Deputi Gubernur Bank Indonesia
Deputi Gubernur Bank Indonesia Alumni IPB Angkatan : Lulus Tahun 1987 Jurusan/Fakultas : TIN/FATETA-S1
Juda Agung secara resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 untuk masa jabatan hingga tahun 2027.
Dalam pernyataannya, Juda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Gubernur dan seluruh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional. Fokus utamanya mencakup isu digitalisasi, pengembangan UMKM, peningkatan inklusi keuangan, serta penanganan perubahan iklim. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah serta otoritas lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelum diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, pria kelahiran Pontianak 6 Agustus 1964 ini, terlebih dahulu menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), Washington DC, Amerika Serikat, pada periode 2017–2019. Juda Agung juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa barat.
Selepas meraih gelar sarjana Teknologi Pertanian ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Birmingham University– dengan mengambil konsentrasi di bidang Bisnis dan Keuangan, dan dari kampus tersebut ia pun berhasil meraih gelar Master pada tahun 1995. Kemudian ia pun meraih gelar S3 pada tahun 1999 di Universitas Birmingham pada bidang Ekonomi.
Awal karirnya, ia melaksanakan tugas pertamanya di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, dimana pada mulanya ia ditempatkan di kantor perwakilan London pada tahun 1992-1999. Kemudian selama tiga tahun, pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Kemudian di tahun 2002 sampai 2003 ia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Setelah berkarir cukup lama, ia pun menjadi analis Senior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada tahun 2006 hingga 2008 ia pun menjadi Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter dan bertugas di International Monetary Fund (IMF).
Pada tahun 2012 hingga 2013 ia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter kemudian pada 2013 hingga 2013 ia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Pada Februari 2014, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo melantik beliau sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter. Berbicara IPB, juda mengatakan IPB sebagai kampus telah mempersiapkan perangkat ilmu dan logika sehingga para lulusannya mampu terjun dalam bidang apapun untuk mengatasi tantangan yang ada.
Sehingga kemudian, para alumni IPB mempunyai modal besar yang diberikan oleh almamater, mendasari hidupnya dengan the philosophy of being, sebuah filosofi hidup untuk menjadi sesuatu. Tidak mengedepankan philosophy of having, yaitu filosofi hidup untuk memiliki sesuatu.
Karena orang yang memiliki philosophy of having akan menggantungkan kebahagiaan pada yang dimiliki. Sebaliknya orang dengan philosophy of being ingin berperan dan menyumbangkan dirinya pada masyarakat, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi masyarakatnya.