Ilmuwan yang Menjadikan Riset sebagai Ladang Pengabdian
Yuana Nurulita, S.Si., M.Si., Ph.D., lahir di Jakarta pada 9 Oktober 1978. Ketertarikannya pada ilmu kimia membawanya menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB), di mana ia meraih gelar Sarjana Kimia pada tahun 2002.
Semangatnya dalam memahami aspek medisinal dan farmasi mendorongnya melanjutkan studi Magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan fokus pada Kimia Medisinal dan Farmasi.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian menempuh pendidikan doktoral di RMIT University, Australia, dan memperoleh gelar Ph.D. di bidang Bioteknologi, dengan riset mendalam tentang produk alam dan bioteknologi lingkungan.
Sebagai akademisi dan peneliti, Yuana memiliki spesialisasi di bidang produk alami, bioteknologi, dan biologi molekuler. Pengalamannya mencakup penelitian terkait mikroorganisme dalam gambut dan upaya restorasi ekosistem yang berkelanjutan.
Salah satu risetnya yang berjudul Penemuan Antibiotik Baru pada Jamur yang Diisolasi dari Tanah Rawa Gambut Indonesia membuktikan perannya dalam eksplorasi sumber daya hayati Indonesia.
Penelitian ini mendapat dukungan dari Oregon State University, di mana ia menjalani penelitian pasca-doktoral pada 2019 hingga 2020 di bawah bimbingan Prof. Taifo Mahmud.
Di Universitas Riau (Unri), Yuana aktif sebagai dosen di Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Selain mengajar, ia juga pernah menjadi koordinator laboratorium riset dan bertanggung jawab atas kerja sama antara FMIPA Unri dan College of Pharmacy Oregon State University.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen Unri untuk belajar langsung dari perkembangan riset global.
Salah satu penelitian penting yang ia lakukan adalah analisis molekuler pada sampel gambut dari lanskap Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Melalui riset ini, ia menemukan bahwa penyusutan muka air gambut menciptakan kondisi aerobik yang mempercepat dekomposisi oleh mikroorganisme.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Agriculture, Ecosystem & Environment dan menjadi referensi penting dalam upaya restorasi gambut.
Pada 7 Februari 2025, Yuana dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Riau untuk Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2023–2027.
Pengangkatan ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya, memperluas kontribusinya tidak hanya dalam penelitian, tetapi juga dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi.
Dengan pengalaman luas di bidang akademik dan riset, Yuana berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di dunia pendidikan dan penelitian. Harapannya, lebih banyak mahasiswa Unri yang dapat mengakses peluang riset internasional serta membawa perubahan bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.