Terintegrasi dalam Industri Kosmetik Dunia
Widodo Eko Saputro adalah seorang profesional berpengalaman luas dan mendalam di bidang manajemen rantai pasok (supply chain), perencanaan produksi, hingga pengadaan barang (procurement). Sepanjang perjalanan kariernya yang gemilang, ia berhasil membangun jaringan koneksi yang sangat kuat dengan para pemain besar di industri pengemasan (packaging) dan bahan baku (raw material) di seluruh kawasan Asia. Dedikasi dan kompetensinya yang tinggi membawa tanggung jawab yang luar biasa besar, di mana ia dipercaya penuh untuk mengelola dan memastikan kelancaran pasokan komponen serta bahan baku bagi pabrik L'Oréal terbesar di dunia. Reputasi kepemimpinannya dibentuk oleh rekam jejak yang solid dalam mengoptimalkan efisiensi operasional skala global secara berkelanjutan.
Langkah awal perjalanan akademis dan kepemimpinan Widodo dimulai di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menempuh pendidikan sarjana pada program studi (Agro) Industrial Technology dari tahun 2001 hingga lulus pada tahun 2005. Selama masa kuliahnya, Widodo tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga aktif mengasah kemampuan organisasi dan sosialnya. Ia terlibat aktif dalam Agro Industrial Student Association serta bergabung dengan Agrinux, sebuah komunitas berbasis open source yang menunjukkan ketertarikannya pada inovasi dan kolaborasi teknologi sejak usia muda. Kombinasi antara ilmu teknologi industri pertanian dan pengalaman organisasi inilah yang membentuk fondasi kokoh bagi karakter kepemimpinannya di dunia kerja.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di IPB, Widodo langsung terjun ke dunia profesional industri dengan bergabung di PT Central Pertiwi Bahari sebagai MRP (Material Resource Planning) Supervisor dari bulan November 2005 hingga Maret 2007 selama total satu tahun lima bulan. Dalam peran ini, ia memegang tanggung jawab utama untuk merencanakan dan memesan kebutuhan pengemasan guna mendukung kelancaran aktivitas produksi. Selain itu, ia juga bertugas memantau stok kemasan, mengontrol ketersediaan bahan pengemas, mempertahankan data statistik untuk keperluan perencanaan pesanan kemasan, serta menyusun berbagai laporan berkala yang berkaitan langsung dengan seluruh aktivitas perencanaan tersebut. Pengalaman awal ini menanamkan keahlian teknis yang kuat dalam mengelola material produksi.
Karier Widodo mengalami lompatan besar ketika ia mulai memasuki L'Oréal Manufacturing Indonesia (PT Yasulor Indonesia), sebuah perjalanan panjang yang didedikasikannya selama sepuluh tahun lima bulan. Ia mengawali kiprahnya di perusahaan kosmetik global ini sebagai Packaging Materials Supply dari Maret 2007 hingga April 2010 selama tiga tahun dua bulan. Pada posisi ini, ia bertanggung jawab memastikan pasokan material pengemas untuk mendukung aktivitas produksi serta mengoordinasikan tiga tim di bawahnya. Tugas utamanya meliputi persiapan dan analisis perencanaan kebutuhan bulanan material pengemas berdasarkan rencana produksi bulanan, mengelola proses pemesanan material pengemas, serta mengatur jadwal pengirimannya sembari mengadakan pertemuan bulanan dengan para pemasok. Ia juga mengukur kinerja pemasok dan menentukan tindakan korektif bersama mereka demi meningkatkan performa, mengelola serta memantau kualitas inventaris agar mencapai target yang ditetapkan pabrik, menyusun dan menyerahkan laporan logistik bulanan, meninjau kebijakan pemesanan setiap empat bulan dengan persetujuan dari direktur logistik, hingga memantau perkembangan pengembangan kemasan untuk produk-produk yang akan diluncurkan. Tidak hanya itu, Widodo memegang tanggung jawab proyek penting seperti implementasi spesifikasi logistik berupa dokumen parameter logistik yang disepakati antara pemasok dan pabrik, serta POS (Purchase Order Suggestion) Project untuk menentukan parameter saran pada sistem agar pabrik bisa mendapatkan saran pesanan yang benar secara otomatis dari sistem.
Berkat performa kerjanya yang luar biasa, Widodo kemudian dipercaya mengemban posisi sebagai Factory Master Scheduler dari April 2010 hingga Desember 2012 selama dua tahun sembilan bulan. Dalam peran strategis ini, ia bertugas merencanakan aktivitas produksi pabrik dengan mengoptimalkan tingkat stok, penggunaan sumber daya, serta mempertimbangkan kendala-kendala industri yang ada. Tanggung jawab utamanya meliputi penentuan prioritas kunci dan parameter perencanaan produksi bersama market supply chain dan market supply logistics (MSL), serta menentukan parameter perencanaan dengan mempertimbangkan tingkat reaktivitas pengadaan yang relevan. Ia membangun, memvalidasi, dan mengomunikasikan rencana produksi bersama market supply chain untuk mencakup periode 12 bulan berjalan, sekaligus mengalokasikan kapasitas jangka menengah pabrik. Widodo dituntut mampu memberikan tantangan terhadap kinerja operasional dan memberikan peringatan dini terkait masalah kapasitas demi menerapkan tindakan yang diperlukan. Ia juga menentukan parameter produksi bersama dengan Short Term Planners, menentukan prioritas produksi, serta mengomunikasikan tanggal ketersediaan produk kepada market supply chain. Keandalan kerjanya dibuktikan melalui pemantauan harian terhadap realisasi rencana dan indikator kinerja logistik pabrik, mengimplementasikan tindakan korektif jika diperlukan, menganalisis kinerja pabrik dalam hal stok produk jadi, layanan, dan realisasi rencana, serta menyampaikan ringkasan indikator utama kepada departemen lain. Ia juga turut membantu Manufacturing Supply Chain Manager dalam penyusunan anggaran dan rencana kerja tiga tahunan pabrik.
Keberhasilan tersebut membawa Widodo naik ke posisi kepemimpinan yang lebih tinggi di L'Oréal Manufacturing Indonesia (PT Yasulor Indonesia) sebagai Procurement Leader selama dua tahun sembilan bulan, terhitung dari Januari 2013 hingga September 2015. Selama periode delapan tahun tujuh bulan akumulatif di struktur tersebut, ia memimpin dan mengelola seluruh pasokan pengemasan dan bahan baku yang bersumber dari pemasok lokal maupun luar negeri. Kemampuannya dalam bernegosiasi dan mengelola hubungan internasional membuatnya dipromosikan menjadi Procurement Manager dari September 2015 hingga Maret 2016 selama tujuh bulan, di mana ia secara penuh mengelola pengadaan kemasan dan bahan baku untuk pabrik di Indonesia. Setelah itu, dedikasinya berlanjut sebagai Supply Chain Manager selama sembilan tahun sebelas bulan, dari Maret 2016 hingga Januari 2026, yang mengukuhkan posisinya sebagai pilar penting dalam stabilitas operasional L'Oréal di Indonesia.
Puncak dari pengakuan atas kompetensi global Widodo terjadi pada bulan Agustus 2024, di mana ia dipercaya untuk menduduki posisi sebagai MSC Director di L'Oréal yang berbasis di North Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat. Jabatan ini masih diembannya hingga sekarang selama satu tahun sebelas bulan, menandai kontribusi internasionalnya yang semakin meluas di tingkat global. Keberhasilan karier yang luar biasa ini ditopang oleh daftar keahlian profesionalnya yang sangat komprehensif, mencakup Supply Chain, Analysis, Continuous Improvement, Leadership, Logistics, MRP, Management, Procurement, Production Planning, hingga Project Planning. Kompetensinya sebagai pemimpin yang adaptif dan visioner juga diperkuat oleh pencapaian formal berupa sertifikasi profesional bertajuk "Inspiring and Motivating Individuals" yang diterbitkan melalui Coursera Course Certificates. Perpaduan antara keahlian teknis yang matang, pengalaman manajerial lintas negara, serta kemampuan menginspirasi tim menjadikan Widodo Eko Saputro sebagai sosok pemimpin rantai pasok global yang sangat disegani di industrinya.