Dedikasi Nyata Dalam Membangun Gizi Bangsa
Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melahirkan alumni berprestasi yang kini mengemban amanah penting bagi bangsa. Tigor Pangaribuan, alumni Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) angkatan 1986 , kini menjabat sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebuah lembaga pemerintah yang strategis, dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024, BGN bertujuan mengoptimalkan pemenuhan gizi nasional demi membangun sumber daya manusia berkualitas, wujud nyata hak asasi manusia.
Sebelum mengemban tugas di BGN, Tigor Pangaribuan memiliki rekam jejak yang mengesankan sebagai profesional dan pemimpin HR. Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman, ia memimpin departemen HR sebagai Country HR Head/SVP/HR Director/HR Sr. Business Partner di berbagai perusahaan multinasional di kawasan Asia Pasifik, mencakup Indonesia, Singapura, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Tigor telah memberikan layanan strategis dan operasional HR untuk perusahaan multinasional terkemuka seperti Schlumberger (perusahaan jasa minyak terbesar di dunia), Socfindo (perkebunan kelapa sawit), GlaxoWelcome (farmasi), HESS Oil & Gas (migas E&P), Premier Oil (migas E&P), dan World Vision International (organisasi kemanusiaan global).
Kedekatannya dengan tim kepemimpinan senior di tingkat negara (President Director dan Direksi) serta pemimpin regional Asia Pasifik dalam mengelola dan melaksanakan program manajemen talenta, transformasi organisasi, dan restrukturisasi menjadi bukti keahliannya.
Ia juga berpengalaman membantu proses pembentukan kembali tim kepemimpinan senior di negara-negara APAC, melakukan perencanaan tenaga kerja strategis, manajemen talenta, dan program pengembangan kepemimpinan senior yang secara nyata mendukung strategi perusahaan.
Tigor Pangaribuan merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), menyelesaikan pendidikan Teknik Pertanian pada tahun 1991. Semangatnya untuk terus belajar membawanya meraih gelar MBA di bidang Administrasi Bisnis dan Manajemen dari Monash Mt Eliza Business School & IPMI International Business School pada tahun 1996, bahkan mendapatkan Award of Excellence in Human Resources Management.
Sebelum bergabung dengan BGN, Tigor Pangaribuan telah menduduki berbagai posisi kunci di perusahaan-perusahaan besar. Ia menjabat sebagai SVP Human Capital di Holding MIND ID (2022-2024), dan sebelumnya SVP Group Human Capital di PT. Semen Indonesia (2019-2022). Pengalamannya juga mencakup peran Country Senior Manager & Head of HR Services & Security di Mandala Energy (2018-2019), serta Sr. Manager HR (People & Culture Business Partner) di World Vision International (2014-2017) yang fokus pada manajemen talenta dan pengembangan organisasi.
Selain itu, Tigor menjabat sebagai Country Sr. Manager HR & Services Head di Pexco Energy/Tately NV Oil & Gas Company (2011-2014), dan Country Sr. Manager and Head of HR & Services di Premier Oil (2008-2010). Ia juga pernah menjadi SEA HR Director di Hess Oil & Gas Sdn. Bhd. Malaysia (2006-2008), dan Country Manager of HR & General Affairs - Indonesia di HESS OIL & GAS (2002-2006).
Tigor juga memiliki pengalaman sebagai HR Director - Indonesia di AVON Indonesia (2001), HR Manager di Schlumberger Indonesia & Transocean Sedco Forex (1998-2001), dan HR Department Head di GlaxoWellcome Indonesia (1996-1998). Kariernya dimulai sebagai Assistant Manager di PT SOCFIN INDONESIA (1991-1994).
Sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan memiliki peran vital dalam mewujudkan cita-cita pemenuhan gizi nasional. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk membuka hingga 90 ribu lapangan kerja di 30 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh provinsi. Setiap SPPG akan membutuhkan setidaknya tiga lulusan sarjana untuk posisi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
Tigor juga menekankan bahwa program MBG akan menggerakkan perekonomian nasional, khususnya di daerah, karena bahan baku akan dipenuhi dari petani lokal.
Dalam inspeksinya di Magetan, ia memastikan bahwa seluruh dapur SPPG telah memenuhi standar nasional, serta menekankan pentingnya pengelolaan dan penggunaan anggaran yang profesional dan akuntabel. Dengan target nasional 30 ribu dapur untuk 82 juta anak, BGN terus berupaya memperluas jangkauan.
Tigor berharap MBG akan semakin memperluas terbukanya lapangan pekerjaan dan mendukung visi misi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Baginya, dengan gizi yang cukup, banyak masalah sosial dapat berkurang, menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang lebih baik.
Tigor Pangaribuan, dengan pengalaman luasnya di bidang pengembangan sumber daya manusia, kini membawa keahliannya untuk membangun ketahanan gizi Indonesia, sebuah pondasi penting bagi masa depan bangsa.