Syarifah Sofiah Dwikorawati

Penjaga Daya Imbang, Pendorong Pembangunan

MEMILIKI riwayat keluarga yang berasal dari birokrat, sekaligus bersuami seorang pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Kelautan Perikanan, Syarifah Sofiah Dwikorawati adalah sosok yang matang sebagai Sekda Kota Bogor.

Besar dan mengenyam pendidikan di Kota Bogor sejak kecil, Syarifah mampu membuktikan perannya di sejumlah jabatan dan berperan penting dalam berbagai kebijakan.

Sebagai Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati tidak hanya sekedar memiliki fungsi koordinasi dengan SKPD tapi juga mempunyai fungsi penyeimbang antara visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Empat riwayat jabatan terakhir Syarifah antara lain Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor.

Ia kemudian dilantik menjadi Sekda Kota Bogor pada 1 Oktober 2020 sebagai Sekda perempuan pertama di Kota Bogor.

Di leading sector-nya, SKPD dipacu untuk melaksanakan kinerja-kinerja program pemerintah yang akan dikerjakan untuk kepentingan kemaslahatan warga Kota Bogor.

Tugas itu tentu bukan hal yang mudah. Namun berkat pengalaman dan semangatnya membangun Bogor, Syarifah tak pernah cemas menghadapi berbagai tantangan.

"Pelajaran yang baik adalah ilmu terapan, bukan hanya teori dan hapalan. Jadilah manusia emas jangan jadi manusia cemas," ujar perempuan kelahiran Pandeglang, 10 November 1964 itu.

Tak jarang, untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik, ia kerap turun ke lapangan.

Berkat pengalaman dan keseriusannya saat menjadi Kepala Bappeda yang menjadi dapur dari desain, perencanaan program-program pemerintah di Kabupaten Bogor.

Doktor Syarifah Sofiah yang meracik berbagai macam program kinerja Pemda Kabupaten Bogor saat itu.

Semangatnya yang diturunkan dari ayahnya, Ayip Rughby. Syarifah memang anak dari mantan Bupati Bogor itu.

Ayip Rughby menjabat bupati Bogor selama dua periode dari awal menjabat pada tahun 1976 sampai 1978, dan dilanjut kembali pada tahun 1978 hingga 1983.

Syarifah menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor pada 2018 hingga 2020.

Ia pernah menjadi Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Bogor yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan khususnya penunjang bidang keuangan daerah sejak Juli hingga Oktober 2020.

Belum sampai setahun menjadi Sekda Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil menyabet penghargaan Terbaik ke I Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 sebagai Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

“Alhamdulillah, hasil inovasi dan kreativitas Sekretariat Daerah Kota Bogor dalam mengembangkan JDIH Kota Bogor mendapat penghargaan dan juara Terbaik 1 se Jawa Barat tahun 2020, dan penghargaan ini tentunya sebagai pemicu untuk meningkatkan pelayanan informasi publik yang lebih baik,” ungkap Syarifah Sofiah.

Tak hanya itu, Kota Bogor yang menerapkan Sistem Merit dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), mendapatkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Penghargaan tersebut juga baru diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

“Alhamdulillah Kota Bogor dapat penghargaan tentang bagaimana mengisi jabatan tinggi pratama dengan menggunakan merit sistem dan kita juga sudah lebih maju karena kita juga sudah menggunakan manajemen talenta. Alhamdulillah dapat penghargaan sangat baik,” kata Sekda Syarifah.

Selain sebagai Sekretaris Daerah pada Sekretariat Daerah Kota Bogor sejak Oktober 2020, ia juga merupakan Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor (PAW) 2020-2024.

Syarifah juga aktif di organisasi PMI sebagai Penasehat sejak 2020 hingga sekarang.

Ia juga menjadi Pembina di FKPPI Kota Bogor sejak 2022 hingga sekarang. Organisasi ini sarana yang menjembatani berbagai latar belakang sosial guna menghimpun potensi yang dimiliki putra-putri purnawirawan tentara.

Syarifah juga sangat dikenal keaktifannya di Kwartir Cabang Pramuka Kota Bogor sebagai Ketua Harian sejak 2022 hingga sekarang.

Berkat berbagai perannya, ia memperoleh Tanda Penghargaan Lencana Darmabakti Nasional Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada 2015, juga Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun Nasional Presiden RI pada 2021.

Ibu satu anak yang merupakan istri dari Direktur Jenderal Perikanan Tangkap pada Kementerian Kelautan Perikanan Muhammad Zaini Hanafi ini, tercatat sebagai alumni SD Pengadilan 1 Kota Bogor dan lulus tahun 1976.

Ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 4 Kota Bogor dan menyelesaikan masa belajarnya di SMP tahun 1980. Lalu masa remajanya menjalani pendidikan di SMA Negeri 2 Kota Bogor dan lulus tahun 1983.

Syarifah kemudian diterima Perikanan IPB University 1988 dan berhasil meraih gelar sarjana pada 1988. Ia lalu melanjutkan pendidikan pasca sarjana Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dan selesai pada 1994 di kampus yang sama.

Pada 2012 ia meraih gelar Doktor Ilmu Pengelolaan dan Sumber Daya Alam di IPB University.

Ia juga pernah mengikuti berbagai macam pendidikan informal, baik di dalam maupun luar negeri.

Tiga kursus terakhir yang diikuti Syarifah adalah Regional Economic Development Strategy University of California di Los Angeles, Amerika Serikat pada 2017, Participated in the Knowledge Co-Creation Program (Country Focus) di Jepang pada 2018 dan Urban Management and Local Development di Rotterdam, Belanda pada 2018.

Kehadiran dan peran Syarifah sebagai Sekda Kota Bogor, tidak hanya dinilai sebagai langkah prestisius tetapi juga memiliki daya imbang bagi jalannya pembangunan Kota Bogor. *

Tinggalkan Komentar