Sebuah Kisah Kepemimpinan, Keteguhan, dan Amanah Bumi
Kisah hidup Dr. Ir. Soewarso, M.Si., IPU., yang kini menjabat sebagai Komisaris Sinar Mas Group dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk, adalah sebuah perjalanan panjang yang bermula dari kesederhanaan desa di Banyumas. Masa kecilnya yang ditempa oleh alam pedesaan, jembatan bambu, dan perjalanan sepuluh kilometer menuju sekolah dengan sepeda tua, membentuk karakter kepemimpinan yang berakar pada keteguhan dan semangat gotong royong. Pengalaman masa kecil ini bukan sekadar rutinitas, melainkan madrasah kehidupan yang mengajarkan bahwa akar yang kuat hanya bisa tumbuh dari tanah yang keras, sebuah filosofi yang terus ia bawa hingga ke puncak kariernya.
Pendidikan menjadi gerbang kesadaran bagi Soewarso ketika ia mulai hidup mandiri di Cilacap hingga akhirnya menembus jalur prestisius Perintis 1 di Fakultas Kehutanan IPB pada tahun 1979. Di asrama Sylvasari, ia belajar membuka pikiran dari keberagaman Nusantara, yang kemudian ia perdalam melalui jenjang magister dan doktor pada Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Baginya, pendidikan di IPB bukan sekadar pencapaian formal, melainkan proses penggemblengan integritas dan nurani untuk menjawab tantangan zaman melalui pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan berkelanjutan.
Dedikasi profesionalnya dimulai di jantung rimba Sumatra dari tahun 1984 hingga 1994, di mana ia melihat hutan bukan sekadar industri kayu, melainkan ekosistem bernapas yang menghidupi masyarakat lokal. Pemahaman mendalam ini membawanya dipercaya memimpin PT SBA Wood Industries sebagai Direktur Pengusahaan HTI pada usia 35 tahun, sebuah fase di mana ia mengasah kemampuan menyeimbangkan aspek produksi dengan pemberdayaan masyarakat. Kariernya terus menanjak selama dua dekade di APP Group, di mana ia berada di garda depan dalam mengintegrasikan rantai pasok dan memperkuat tata kelola kehutanan yang bertanggung jawab secara ekologis.
Kiprah Soewarso juga meluas melalui peran strategis di berbagai organisasi nasional seperti APHI, Dewan Kehutanan Nasional, KADIN, hingga APINDO. Ia dikenal sebagai tokoh yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi demi martabat kehutanan bangsa, selaras dengan target FOLU Net Sink 2030. Di panggung dunia, langkahnya terekam dalam berbagai forum bergengsi mulai dari United Nations Forum on Forests di New York, rangkaian COP UNFCCC dari Maroko hingga Brasil, hingga diskusi internasional mengenai carbon credit di London Stock Exchange pada tahun 2025. Di setiap podium, ia membawa suara dari desa dan pengalaman lapangan untuk menyuarakan komitmen lingkungan yang tulus.
Meskipun telah mencapai cakrawala global dan dinobatkan sebagai salah satu Top 100 Alumni IPB Prominen 2025, Soewarso tetap menjadikan keluarga sebagai sumber energi dan ketenangan batinnya. Tiga prinsip utama—spiritualitas, integritas, dan kebermanfaatan—tetap menjadi jangkar dalam setiap keputusan hidupnya. Ia berharap agar generasi penerus dan alumni IPB dapat terus menjaga solidaritas untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang hijau dan berkeadilan. Perjalanannya dari jembatan bambu di Banyumas hingga diplomasi global membuktikan bahwa ketekunan yang selaras dengan niat mulia akan selalu menemukan jalannya dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.