Shinta Puspitasari Holdsworth 

Dedikasi dalam Pelestarian Lingkungan Dunia

Shinta Puspitasari Holdsworth adalah seorang pakar dan praktisi senior di bidang lingkungan hidup yang memiliki latar belakang akademis yang sangat solid serta dedikasi luar biasa dalam mendukung keberlanjutan global. Perjalanan akademisnya diawali dengan meraih gelar Sarjana Ilmu Pertanian (Bachelor's degree in Agricultural Science) dari Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University). Haus akan ilmu pengetahuan serta komitmennya terhadap kelestarian alam kemudian membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga berhasil meraih gelar Doktor (Doctor of Philosophy - PhD) dalam bidang Ilmu Lingkungan (Environmental Science) dari salah satu perguruan tinggi terkemuka dunia, University College London (UCL). Keunggulan akademis dan kontribusi kepemimpinannya juga diakui secara internasional melalui keberhasilannya menjadi bagian dari jejaring bergengsi sebagai Chevening Scholar Alumni dari program penerima penghargaan Chevening Awards, serta dianugerahi Gelar Kehormatan (Honorary Fellowship) sebagai Associate Fellows di lembaga geografis terkemuka dunia, The Royal Geographical Society (RGS with IBG).

Dengan pengalaman profesional selama lebih dari 20 tahun, Shinta Holdsworth telah membangun rekam jejak yang sangat kuat dalam mengelola berbagai program lingkungan, sosial, dan keterlibatan multipihak (multi-stakeholder) di tingkat global. Saat ini, ia menjabat sebagai Principal Project Manager di Proforest yang berpusat di Oxford, Inggris, Britania Raya, sebuah posisi strategis yang telah diembannya sejak Mei 2018 selama lebih dari 8 tahun 3 bulan. Dalam peran kepemimpinannya di Proforest, ia mengarahkan dan mengendalikan program-program lanskap produksi lintas negara yang mencakup wilayah strategis di Indonesia, Ghana, Liberia, hingga Kamerun. Fokus utamanya adalah mendampingi serta mengarahkan perusahaan-perusahaan dalam rantai pasok global agar selaras dan konsisten dengan komitmen keberlanjutan lingkungan maupun sosial.

Sebagai Principal Project Manager, Shinta memimpin berbagai inisiatif berdampak tinggi skala internasional, salah satunya adalah program lanskap keberlanjutan Sustain Kutim Landscape di Indonesia. Melalui kepemimpinannya, ia berhasil menggalang dan mengamankan komitmen nyata dari berbagai merek terkemuka dunia seperti Barry Callebaut, McDonald’s, Nestlé, dan PepsiCo untuk memadukan target keberlanjutan korporasi mereka dengan pencapaian hasil bentang alam yang lebih luas dan berkelanjutan. Portofolio kerjanya yang luas mencakup pengelolaan proyek-proyek kepatuhan Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation) di Afrika Barat serta penyusunan dan pengembangan protokol tanpa eksploitasi (No-Exploitation protocols) untuk skala korporasi. Selain itu, kontribusi kepakarannya turut mewarnai kebijakan global melalui keikutsertaannya dalam Komite Pengarah Penjaminan RSPO (RSPO Assurance Steering Committee) serta riset tata kelola hutan yang didanai oleh lembaga donor pemerintah Inggris, Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO).

Sebelum menduduki posisi strategis di Proforest, Shinta Holdsworth telah mengumpulkan rekam jejak karier yang sangat kaya di berbagai sektor keilmuan dan kelembagaan. Ia merupakan salah satu pendiri (co-founder) dari organisasi PEKA Indonesia, serta pernah mengabdikan kepakarannya sebagai Peneliti (Research Fellow) yang berfokus pada kebijakan perdagangan satwa liar di Oxford University. Pengalaman multidisiplinnya juga mencakup berbagai peran vital di bidang kesehatan lingkungan, penelitian, serta dunia pendidikan. Kemampuan komunikasi internasionalnya didukung penuh oleh kefasihannya dalam menguasai dua bahasa secara aktif, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Komitmen Shinta terhadap penyebaran ilmu pengetahuan dan edukasi keberlanjutan juga diwujudkan secara aktif melalui kontribusi akademisnya. Pada sebuah sesi webinar daring melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan pada Jumat, 22 Mei, Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HMPTF) bersama Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) menghadirkan Shinta Puspitasari Holdsworth sebagai pembicara utama dalam kegiatan Praktisi Mengajar Pengelolaan Hama Terpadu bertajuk "Integrated Pest Management (IPM): Implementation and Control Strategies in Developed and Developing Countries". Dalam kapasitasnya sebagai Principal Project Manager Proforest UK, ia membagikan perspektif mendalam mengenai penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT/IPM) di negara-negara maju maupun negara berkembang.

Dalam pemaparannya pada kegiatan tersebut, Shinta Puspitasari Holdsworth menekankan bahwa IPM tidak semata-mata dipandang sebagai teknik teknis untuk mengendalikan hama semata, melainkan merupakan wujud implementasi konkret dari prinsip-prinsip keberlanjutan yang hakiki di sektor pertanian secara menyeluruh. Ia menyampaikan pandangannya bahwa IPM menyediakan cara yang konkret untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip keberlanjutan langsung di sistem produksi, di mana hal inilah yang membedakannya secara mendasar dari pendekatan-pendekatan lainnya.

Lebih lanjut, ia membedah penerapan praktis IPM melalui berbagai analisis studi kasus nyata yang diambil dari wilayah Afrika Barat dan Asia Tenggara. Menurut penjelasannya, pemahaman ekologis petani terhadap kondisi lahan mereka sendiri merupakan kunci paling mendasar dalam menekan serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan-bahan kimia sintetis. Ia menggarisbawahi bahwa ketika para petani mampu memahami ekologi lahan mereka sendiri, mereka tidak lagi bergantung pada input kimia dari luar karena pengetahuan lokal merupakan kunci utamanya.

Mengakhiri penjelasannya dalam kegiatan ilmiah tersebut, Shinta menegaskan kembali bahwa penguatan IPM merupakan langkah yang sangat vital dan strategis dalam membangun sistem pertanian masa depan yang berkelanjutan dan tangguh menghadapi ancaman perubahan iklim global. Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa IPM bukan hanya soal mengurangi penggunaan pestisida, melainkan tentang bagaimana membangun sebuah sistem pertanian yang cerdas secara ekologi, memiliki daya tahan terhadap perubahan iklim, serta mampu memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi para petani dalam jangka panjang.

Tinggalkan Komentar