KETELADANAN DAN PERJALANAN INTELEKTUAL MENJADI BEKAL GURU BESAR USIA 38 TAHUN
Di tengah dinamika pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. muncul sebagai figur akademisi yang menginspirasi melalui ketekunan dan dedikasi intelektual yang luar biasa. Rekam jejak beliau di Universitas Palangka Raya (UPR) mencatatkan sejarah penting saat beliau berhasil mencapai posisi Guru Besar pada bidang Ilmu Tanah/Gambut di usia yang tergolong sangat muda, yakni 38 tahun pada tahun 2002. Pencapaian akademik ini merupakan buah dari perjalanan panjang menempuh pendidikan formal dari jenjang S-1, S-2, hingga S-3 di IPB University. Latar belakang keilmuan pertanian tersebut menjadi fondasi kokoh bagi komitmen beliau dalam mendorong inovasi penelitian, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat pedesaan di Kalimantan. Beliau tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai peneliti aktif yang fokus pada karakteristik unik ekosistem lokal.
Kepercayaan terhadap kemampuan kepemimpinan beliau segera terwujud setahun setelah pengukuhan guru besar, di mana beliau dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Meskipun berusia muda, beliau membawa energi baru yang mendorong transformasi signifikan dalam tata kelola akademik, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa. Di bawah arahan beliau, fakultas memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin dan menjalin hubungan erat dengan pemerintah daerah serta dunia industri. Visi besar beliau adalah menjadikan sektor pertanian di Kalimantan sebagai bidang yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah secara menyeluruh.
Peran strategis Prof. Salampak juga terlihat jelas sebagai motor utama pendiri Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSAL) di UPR. Beliau terlibat langsung mulai dari proses perencanaan, perintisan, hingga pengesahan program tersebut. Dengan pandangan yang jauh ke depan, beliau menyadari bahwa Kalimantan Tengah membutuhkan pusat pemikiran pascasarjana yang mampu menjawab tantangan lingkungan spesifik, seperti pengelolaan lahan gambut, hutan tropis, dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain sebagai penggagas, beliau aktif membangun jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga penelitian dan organisasi lingkungan internasional guna memperkuat kapasitas riset PSAL sebagai pusat inovasi yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup.
Kini, sebagai Rektor Universitas Palangka Raya, Prof. Salampak membawa visi besar untuk mentransformasi UPR menjadi universitas unggul yang berkarakter dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam kepemimpinannya, beliau menerapkan prinsip good university governance sebagai fondasi utama melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mutu. Salah satu puncak keberhasilan tata kelola di bawah arahannya adalah keberhasilan UPR bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Status ini memungkinkan universitas memiliki kemandirian yang lebih luas dalam pengelolaan keuangan, optimalisasi pendapatan non-APBN, serta fleksibilitas inovasi akademik yang tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah.
Di luar aktivitas kampus, beliau juga memberikan kontribusi luas melalui perannya sebagai Ketua Dewan Riset Daerah Kalimantan Tengah periode 2016–2019 serta keterlibatannya dalam proyek restorasi gambut bersama Tim Kelompok Ahli Gambut Badan Restorasi Gambut (BRG). Pengalaman internasional beliau pun cukup luas, mencakup kunjungan akademik sebagai peneliti dan dosen tamu di Jepang, China, Taiwan, dan Korea Selatan, serta aktif dalam organisasi profesi seperti Himpunan Ilmu Tanah Indonesia dan Himpunan Gambut Indonesia. Sebagai bagian dari keluarga besar IPB, beliau senantiasa menekankan pentingnya integritas, kerja keras, dan kemampuan problem solving. Beliau berpesan agar almamaternya tetap menjadi "kampus rakyat" yang adaptif namun tetap memegang teguh jati diri bangsa, sekaligus mendorong para alumni untuk terus memperkuat jejaring demi kemajuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.