Dari Hati yang Peduli, Tercipta Pondok Inspirasi
Rico Juni Artanto, Alumni Sarjana Kedokteran Hewan IPB tahun 2006-2012, yang kini dikenal sebagai pendiri Pondok Inspirasi dan penggagas berbagai gerakan sosial berdampak. Dedikasi dan kepeduliannya terhadap sesama telah membentuk jejak inspiratif yang patut kita teladani.
Pondok Inspirasi, didirikan oleh Rico Juni Artanto pada 23 Juni 2013, berlokasi di Desa Babakan Gang IV nomor 95, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pendirian Pondok Inspirasi bermula dari kepedulian Rico terhadap mahasiswa kurang mampu yang kesulitan memperoleh tempat tinggal dan pembinaan selama masa studi.
Inisiatif ini lahir dari pengamatannya terhadap realitas program Bidik Misi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meskipun program tersebut membebaskan biaya kuliah dan memberikan uang saku, Rico menemukan banyak mahasiswa penerima Bidik Misi masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Bahkan, tak sedikit dari mereka kelimpungan saat uang saku belum cair, terancam tak punya tempat tinggal. Kisah-kisah inilah yang menggerakkan Rico untuk menciptakan solusi nyata.
Perjalanan Pondok Inspirasi tidaklah mudah. Pada peralihan masa pandemi COVID-19 tahun 2019 ke 2020, keuangan Pondok Inspirasi mengalami penurunan drastis. Tunggakan pembayaran yang menumpuk menjadi masalah krusial. Berbekal relasi dan semangat pantang menyerah, Rico menghubungi CEO Paragon dan menawarkan keahliannya demi bantuan dana.
Setelah dua bulan menanti tanpa kepastian, Rico dan mahasiswa Pondok Inspirasi memutuskan untuk "curhat kepada Tuhan" sebagai alternatif terakhir. Tak disangka, tak lama kemudian Salman Subakat menghubungi dan menyetujui pendanaan tersebut. Rezeki yang tak terduga ini menyelamatkan Pondok Inspirasi yang nyaris tumbang, memungkinkannya untuk berdiri kokoh kembali dan terus memberikan manfaat.
Kiprah Rico Juni Artanto dalam dunia sosial meluas melalui Ruber Innovation Lab, sebuah wadah yang digagasnya untuk memformulasikan inovasi sosial dengan tujuan memberikan dampak luas terhadap permasalahan masyarakat secara berkelanjutan. Fokus utamanya mencakup pengembangan produk sosial, pengembangan sumber daya manusia, ruang inovasi terbuka dan kreatif, keterlibatan dan kolaborasi komunitas, serta pelaporan dampak.
Berbagai inovasi sosial telah lahir dari Ruber Innovation Lab, termasuk pencegahan perundungan, penanganan kecemasan (anxiety), penguatan kepemimpinan karyawan, storytelling bagi anak-anak, edukasi penggunaan internet, dan pengembangan reflection card.
Salah satu inisiatif paling menonjol adalah gerakan #1MillionYouthsStopBullying. Gerakan ini, berkolaborasi dengan Ruber Visual, meluncurkan film pendek berjudul "Lara Bisu" yang mengangkat isu perundungan di sekolah. #1MillionYouthsStopBullying sendiri pertama kali diinisiasi pada September 2023 dan telah berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 470 sekolah dan 5000 pelajar di Jabodetabek dan Jawa Barat.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Pada awal 2024, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 141 kasus, dengan 35% di antaranya terjadi di lingkungan sekolah. Rico memiliki pandangan holistik terhadap kasus perundungan, bahwa ini bukan hanya soal korban dan pelaku, melainkan melibatkan unsur lingkungan tempat kasus tersebut terjadi.
Selain perannya sebagai founder Pondok Inspirasi dan Ruber Innovation Lab, Rico Juni Artanto juga memiliki rekam jejak profesional yang kaya. Ia saat ini menempuh pendidikan MM Sustainability (CSR) di Universitas Trisakti, memperdalam keahliannya dalam Corporate Social Responsibility (CSR).
Rico Juni Artanto saat ini menjabat sebagai Steering Committee Forum OSIS Jawa Barat dan Consultant di Cleansheet, berfokus pada Corporate Social Responsibility. Di ParagonCorp, ia menjabat sebagai Consultant of NSEI dan Coach & Consultant CSR, mengasah keahliannya dalam Critical Thinking, Communication, dan Corporate Social Responsibility.
Pengalaman Rico juga mencakup posisi Manajemen Pemimpin.id dan Asesor Sertifikasi BNSP sekaligus Pengajar/Trainer di LSP BAZNAS. Ia pernah menjadi Economic Development Manager dan Senior Staff Education di BAZNAS, serta Monitoring And Evaluation Officer di YBM Bank Rakyat Indonesia. Rico juga memiliki pengalaman sebagai Staf Direktorat Kemahasiswaan Bagian Kesejahteraan Mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Marketing Officer di Creative Shop.
Rico juga terus mengasah diri dengan berbagai lisensi dan sertifikasi, termasuk ICF Member Badge dari International Coaching Federation, Wealth Dynamic Master dari Entrepreneurs Institute, Design Thinking Certification dari Lewrick & Company, serta berbagai sertifikasi lain di bidang coaching, facilitator, talent mapping, NLP, hingga assesment program dan manajemen zakat.
Kisah Rico Juni Artanto adalah bukti nyata bahwa semangat kepedulian, ditambah dengan keilmuan dan pengalaman, dapat menciptakan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat. Rico merupakan inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata di bidang masing-masing.