Reza Maulana

Tekad Membangun Kembali Tanah Kelahiran

Institut Pertanian Bogor (IPB) tak hanya dikenal sebagai universitas unggulan di bidang pertanian dan kehutanan, tetapi juga sebagai rumah bagi para pejuang pendidikan dari seluruh pelosok Indonesia.

Salah satunya adalah Reza Maulana, alumni IPB asal Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Perjalanan Reza bukan sekadar kisah akademik, tapi juga cerita tekad, perjuangan, dan pengabdian untuk daerah asalnya.

Lahir pada 28 Juli 1999, Reza merupakan anak dari seorang petani sekaligus pelaku UMKM. Sejak dini, ia telah menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Kesempatan emas datang di tahun 2017, saat ia masih duduk di bangku SMA di Amuntai.

Melalui pamflet yang dibagikan di sekolah, ia mengetahui tentang Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dari PT Adaro Indonesia, yang ditujukan untuk pemuda dari wilayah sekitar operasional perusahaan. Berbekal restu orang tua dan bantuan guru, Reza mendaftar.

Tahapan seleksi yang harus dilalui tidak mudah: mulai dari penilaian rapor, tes akademik tertulis, hingga psikotes. Namun, kerja keras Reza terbayar ketika ia dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

“Alhamdulillah, pertama kali mendaftar dan berhasil lolos mendapat beasiswa,” ujarnya.

Dengan bekal doa dan pesan orang tua, Reza merantau seorang diri ke Bogor. Pengalaman hidup mandiri saat SMA memudahkan adaptasinya di lingkungan kampus.

Di IPB, Reza memilih jurusan Manajemen Hutan, bukan karena pilihan utama, melainkan karena kuota jurusan Agronomi & Hortikultura serta Manajemen Lahan telah penuh. Namun, ia menjadikan keterbatasan itu sebagai peluang untuk tumbuh.

Selama empat tahun menempuh pendidikan, Reza menyelesaikan studinya dengan IPK 3.41, pencapaian yang membanggakan bagi putra daerah yang berjuang dari nol.

Lulus dari IPB, Reza tak berhenti mencari pengalaman. Ia sempat menjalani magang di Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), di mana ia terlibat dalam program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Fokus utama program tersebut adalah perbaikan lahan gambut dan mangrove di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pengalaman ini menjadi fondasi penting yang memperluas wawasan Reza tentang isu-isu lingkungan dan sosial di wilayahnya.

Kini, Reza kembali ke Kalimantan Selatan dan bekerja di PT Rehabilitasi Lingkungan Indonesia, bagian dari Adaro Group, yang bergerak dalam pemulihan lingkungan. Meskipun tidak ada kewajiban formal untuk kembali, Reza memilih jalan pengabdian. Ia percaya bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh di perantauan seharusnya kembali dibawa untuk membangun daerah.

“Dari Adaro mengharapkan kita dapat mengembangkan daerah,” ucap Reza. Ia menyambut harapan itu dengan sepenuh hati.

Di balik semua pencapaiannya, Reza tetap rendah hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan yang diajarkan keluarga. Moto hidupnya sederhana namun bermakna:

“Kalau tidak bisa berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain, setidaknya jangan jadi beban untuk orang lain.”

Falsafah ini menjadi pijakan dalam setiap langkahnya, baik dalam karier maupun kehidupan sosial. Reza adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi mereka yang punya tekad dan integritas.

Tinggalkan Komentar