Pamian Siregar

Utopia Akhirnya Bertepi


Perjalanan hidup Dr. apt. Pamian Siregar mencerminkan prinsip spiritual “Everything happens for a reason and purpose”, sebuah keyakinan yang membentuk sikap adaptif dan kepemimpinan positifnya sejak dini. Sebagai anak sulung dari keluarga sederhana yang sering berpindah tugas, ia tumbuh menjadi pribadi yang fleksibel. Minatnya pada dunia pendidikan muncul sejak sekolah dasar saat ia sering diminta membantu mengajar, sebuah cita-cita yang kelak akan ia wujudkan di masa depan. Meskipun awalnya memilih Jurusan Farmasi di Universitas Andalas Padang karena keinginan mencoba hal baru dan faktor ekonomi, langkah ini menjadi titik balik penting. Ia kemudian melanjutkan profesi apoteker di Universitas Gadjah Mada dan terpilih bergabung dengan PT Kimia Farma, Tbk (KF) karena potensi pengembangan karier jangka panjang.

Karier Pamian di Kimia Farma dibangun di atas fondasi integritas dan keberanian berinovasi, terutama saat menghadapi tantangan di unit kerja yang sulit. Ia memulai langkahnya di bagian penjualan dan pemasaran, hingga dipercaya membuka apotek pertama di Jayapura, Papua. Selama delapan tahun di sana, dedikasinya membuahkan prestasi sebagai Business Manager dan Branch Manager terbaik nasional. Setelah melalui berbagai mutasi di kota-kota besar seperti Makassar, Surabaya, dan Bandung, ia dipromosikan ke kantor pusat di Jakarta pada tahun 2009. Pengalaman operasional yang luas memudahkannya menjalankan berbagai posisi strategis di tingkat holding, mulai dari manajemen logistik, supply chain, hingga pemasaran produk konsumen.

Untuk memperkuat kompetensi finansial dan strategis, Pamian menyelesaikan studi Magister Manajemen Bisnis di IPB University pada tahun 2019. Di tengah perjalanan kariernya, ia menerima amanah sebagai Direktur Utama PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), sebuah pionir industri bahan baku obat (BBO) dalam negeri. Meski sempat ragu karena kurangnya pengalaman di bidang manufaktur, ia berhasil membawa KFSP menjadi pilar kemandirian farmasi nasional. Perannya meluas hingga aktif di GP Farmasi Indonesia dan pembentukan Asosiasi Biofarmasi dan Bahan Baku Obat (AB3O), yang membuatnya dianugerahi Penghargaan Karya Anak Bangsa oleh Menteri Kesehatan RI pada tahun 2018.

Pandemi Covid-19 semakin menegaskan urgensi riset dan produksi BBO dalam negeri yang selama ini dianggap sebagai "utopia" karena ketergantungan impor yang tinggi. Momentum ini mendorong Pamian untuk menyelesaikan studi Doktor Manajemen Bisnis di IPB University pada tahun 2025, yang risetnya berkontribusi pada regulasi kemandirian farmasi nasional. Selain sukses membawa industri BBO berkembang dan meraih penghargaan “The 50 Most Innovative CEO Awards 2025”, ia akhirnya mewujudkan cita-cita masa kecilnya dengan menjadi Dosen Tetap di Universitas Pancasila. Seluruh pencapaian ini membuktikan bahwa setiap tantangan yang ia hadapi memiliki tujuan baik yang telah digariskan.

Tinggalkan Komentar