Oktovian Berty Alexander Sompie

PEMIMPIN YANG MENYATUKAN ILMU, INOVASI, DAN KEMANUSIAAN

Di sebuah ruang rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang menghadap ke laut Sulawesi, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan ketenangan yang berwibawa. Sebagai Rektor Unsrat periode 2022–2026, ia dikenal sebagai sosok yang matang dalam mengambil keputusan, memegang prinsip bahwa seorang pemimpin harus mampu membaca zaman tanpa harus bereaksi terlalu cepat. Karakter ini berakar kuat dari masa kecilnya yang disiplin. Lahir di Surabaya pada 25 Oktober 1966, ia tumbuh dalam keluarga militer di bawah bimbingan ayahnya, Peltu (Purn.) Djoni Sompie, seorang marinir TNI AL yang keras dalam prinsip namun lembut dalam kasih sayang. Dari sang ayah, ia belajar bahwa penghargaan sejati bukanlah materi, melainkan ilmu pengetahuan yang ia peroleh dari buku-buku hadiah setiap kali ia berprestasi.

Perjalanan hidupnya yang berpindah-pindah, mulai dari Donggala di Sulawesi Tengah hingga ke Manado, membentuk pandangan sosialnya yang inklusif. Lingkungan yang beragam budaya dan agama menjadikannya pribadi yang peka terhadap perbedaan, sebuah modal sosial yang ia anggap jauh lebih berharga daripada teori apa pun. Hal ini pulalah yang melandasi pendidikan akademiknya yang gemilang. Setelah meraih gelar insinyur dan magister teknik, ia menempuh program doktoral hingga akhirnya dikukuhkan sebagai profesor. Pengakuan internasional melalui sertifikasi Insinyur Profesional Utama (IPU) dan ASEAN Engineer (ASEAN Eng) menegaskan reputasinya di bidang teknik sipil, namun ia tetap teguh pada keyakinan bahwa teknologi harus selalu berpusat pada kesejahteraan manusia.

Karier birokrasinya di kampus dimulai dari tahapan yang rumit, termasuk menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, sebelum akhirnya terpilih menjadi Rektor melalui proses yang terbuka. Sebagai pemimpin, Prof. Sompie memilih pendekatan yang partisipatif dengan turun langsung berdialog dengan mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar. Ia bercita-cita membawa Unsrat ke kancah global, yang diwujudkan melalui kerja sama akademik dengan universitas di Tiongkok serta program belajar lintas negara. Sebagai salah satu dari Top 100 Alumni Prominent 2025 IPB University, ia mengakui bahwa almamaternya di Bogor telah memberikan fondasi berpikir ilmiah yang berani dan berbasis data, sebuah nilai yang kini ia tularkan kepada para alumni lainnya untuk terus berkontribusi bagi perubahan sosial.

Prestasi nyata Prof. Sompie juga terpancar dari kontribusinya dalam dunia riset. Pada tahun 2023, ia menerima hak paten atas invensi “Alat Uji Konsolidasi Cepat” dari Kementerian Hukum dan HAM, sebuah inovasi yang mempercepat analisis teknik sipil. Di bawah arahannya, Unsrat berhasil masuk dalam jajaran sepuluh universitas dengan paten terbanyak di Indonesia, serta memborong berbagai penghargaan bergengsi seperti PPKM Award, penghargaan Laboratorium Surveilans Genetik terbaik, dan tiga penghargaan Anugerah Diktiristek 2023. Pencapaian ini sejalan dengan filosofi lokal Minahasa yang ia junjung tinggi, yaitu “Tumou Tou” yang berarti hidup untuk menghidupkan orang lain; sebuah komitmen untuk memberi ruang bagi setiap individu agar dapat tumbuh dan berkembang.

Di luar kesibukan formal, ia tetap mempertahankan kesederhanaan dan kedisiplinan melalui hobi bermain tenis, di mana ia memetik pelajaran tentang fokus dan evaluasi diri dari setiap kesalahan. Selain memimpin kampus, ia juga aktif dalam organisasi profesi dan kemasyarakatan, menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sulawesi Utara periode 2024–2027 serta Ketua PD XXII KB FKPPI Sulawesi Utara periode 2023–2028. Baginya, kepemimpinan bukan tentang glorifikasi jabatan, melainkan pengaruh positif yang ditinggalkan. Dengan visi menjadikan Unsrat universitas kelas dunia yang tetap berakar pada budaya lokal, ia terus mengajarkan bahwa sains hanyalah alat, sementara tujuan sejatinya adalah kemanusiaan itu sendiri.

Tinggalkan Komentar