Jalan Panjang Pengusaha Penuh Makna
Okta Wirawan lahir di Bogor pada 18 Juli 1982 dan menghabiskan masa kecilnya di Padang, kota yang membentuk semangat dagangnya sejak dini. Di tengah lingkungan kampung ondeh-ondeh, ia terbiasa menyaksikan anak-anak berjualan jajanan sejak pagi.
"Dari kecil saya sering menemani teman-teman jualan ondeh-ondeh. Dari situ saya belajar konsep dagang, bagaimana berjualan, dan memahami interaksi dengan pelanggan," ujarnya dikutip dari podcast YouTube TVOMG.
Dari kebiasaan inilah Okta belajar konsep jual beli dan mengenal lebih awal interaksi dengan pelanggan.
Selepas menyelesaikan pendidikan SMA di Padang, Okta melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB tahun 2000-2004, dan mulai menekuni bisnis kecil-kecilan semasa kuliah. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat untuk langkah-langkah besar yang ia tempuh kemudian.
Sebelum terjun penuh sebagai pengusaha, Okta mengawali kariernya di sektor retail modern. Ia bergabung dengan PT Carrefour Indonesia sejak 2005 dan menapaki berbagai posisi strategis, dari Assistant Sales Manager hingga Senior Procurement Manager.
Tahun 2013 hingga 2018 menjadi fase penting dalam kariernya di PT Mega Mahadana Hadiya (Mahadya Group), induk dari berbagai brand makanan seperti Wing Stop. Peran strategisnya sebagai Head of Operations semakin mematangkan kemampuan manajerial dan operasional yang kelak sangat berguna dalam membangun bisnisnya sendiri.
Tahun 2017, Okta mendirikan PT Abuya Berkah Indonesia Makmur (ABINDO), yang memayungi berbagai brand kuliner berbasis masakan Nusantara. Dimulai dari Kedai Abuya dengan konsep “Serba Murah, Sebar Berkah”, bisnis ini berkembang pesat hingga kini memiliki lebih dari 60 outlet yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.
Central Kitchen yang dikelola ABINDO menjadi dapur utama yang melahirkan berbagai brand dan produk terkenal, hingga kini Almaz Fried Chicken, brand terbarunya yang fenomenal di Indonesia.
Almaz Fried Chicken didirikan oleh pengusaha Okta Wirawan pada 14 Juni 2024, telah membuka lebih dari 70 cabang hanya dalam waktu tujuh bulan. Konsep ayam goreng halal ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati ayam goreng tanpa kekhawatiran akan afiliasi produk dengan entitas pendukung genosida.
Brand ini mengusung misi sosial yang kuat. Setiap pembelian turut menyumbang 5 persen keuntungan untuk Palestina. Selain itu, Okta menargetkan pembagian 100.000 nasi boks gratis per hari, serta membuka hingga 5.000 cabang sebagai infrastruktur rezeki. Melalui jaringan bisnisnya, ia berharap dapat membangun masjid, pesantren, dan menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan.
Di balik laju ekspansi yang luar biasa, Okta juga menghadapi hambatan. Dalam proses pengurusan sertifikasi halal untuk Almaz Fried Chicken, ia sempat ditagih biaya yang tidak masuk akal oleh oknum, termasuk biaya audit dan pendampingan yang mencapai miliaran rupiah. Pengalaman ini mendorongnya untuk mengadvokasi keadilan dan transparansi dalam sistem sertifikasi halal, hingga akhirnya bertemu langsung dengan Kepala BPJPH untuk mendapatkan kejelasan proses resmi yang seharusnya mudah dan murah.
Tak hanya PT ABINDO, pada tahun 2023 Okta mendirikan dua perusahaan lain: PT Abuya Bahagia Sejahtera yang menaungi Rumah Sehat Bekam Alami dan PT Sora Abuya Sejahtera yang fokus pada bisnis alat tulis Sora Stationary. Ia juga menjadi Co-Founder TukangSayur.ID, platform digital untuk distribusi produk segar.
Dengan semangat berbagi pengalaman, Okta aktif membagikan kisah-kisah jatuh bangun bisnisnya melalui akun Instagram @oktawirawan. Ia percaya bahwa keberhasilan bukan sekadar tentang untung besar, tetapi bagaimana usaha menjadi berkah, memberikan manfaat, dan memperkuat nilai-nilai umat.
Baginya, menjadi pengusaha bukan tentang hidup enak setiap waktu. Ia pernah menjalani empat tahun berturut-turut merayakan Idulfitri dalam kondisi pas-pasan. Pengalaman inilah yang menempanya menjadi pribadi tangguh. "Kalau orang bilang jatuh bangun, saya lebih banyak jatuhnya daripada bangunnya," ujarnya sambil tertawa dalam salah satu podcast.
Okta Wirawan tidak hanya membangun bisnis, ia membangun nilai. Dengan menjadikan setiap cabang sebagai jalan keberkahan, ia mengubah visi berbisnis dari sekadar mencari profit menjadi wujud kontribusi nyata untuk masyarakat dan umat. Dari semangat kampung ondeh-ondeh hingga membangun ribuan cabang, langkah-langkahnya menjadi inspirasi bahwa bisnis dan nilai bisa berjalan beriringan.