Mengabdi pada Seni, Budaya, dan Politik Nasional
H. Nuroji lahir di Depok pada 9 September 1962 dan tumbuh dalam lingkungan yang disiplin serta penuh semangat untuk terus belajar. Masa kecilnya dihabiskan di Tanah Baru, Beji, Depok, sebuah kampung yang kala itu masih alami dengan kebun, sungai, dan empang. Meskipun dikelilingi lingkungan bermain yang bebas, Nuroji hidup dalam keluarga yang ketat di bawah didikan ayahnya yang keras, yang melarangnya bermain di luar tanpa izin. Kedisiplinan ini membentuk karakternya menjadi anak yang patuh, bertanggung jawab, dan memiliki kesungguhan yang mendalam.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Ciganjur (1967–1973), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 41 Ragunan (1973–1976), dan SMA Negeri 28 Ragunan (1976–1980). Setelah lulus SMA, ia diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan berhasil menyelesaikan studi S1 pada tahun 1984, sebelum akhirnya meraih gelar Magister Sains (M.Si) dari STIE-ISM pada tahun 2014.
Selama masa kuliah di IPB, Nuroji dikenal sebagai pribadi yang gigih, berprinsip kuat, dan mampu menjaga nilai-nilai kesederhanaan. Ia mengambil jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIN) di Fakultas Teknologi Pertanian dan tercatat sebagai angkatan pertama sekaligus lulusan pertama dari jurusan tersebut. Dengan strategi mengambil judul skripsi yang teoritis namun aplikatif, yaitu "Optimalisasi Biaya Perawatan atau Maintenance Mesin Pengolahan Teh" di PTPN XIII Pangalengan di bawah bimbingan Dr. Ir. Sutedja, ia berhasil lulus tepat waktu pada September 1984.
Pengalaman sidang skripsinya yang berlangsung santai namun berkesan menjadi kenangan tersendiri, terutama saat ia dengan tegas menyatakan cita-citanya menjadi manajer profesional yang jujur dan amanah. Hal ini membuktikan bahwa masa kuliah baginya bukan sekadar mencari ilmu, melainkan tempat mematangkan karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Karier profesional Nuroji berakar kuat di dunia media, dimulai dengan menjabat sebagai Manajer di Majalah TEMPO (1985–1994), lalu menjadi Wakil Direktur di Majalah GATRA (1994–1998) dan Majalah GAMMA (1998–2000). Pengalaman manajerial yang matang ini mendorongnya mendirikan serta memimpin PT Mantarena Abadi dan PT Mantarena Indonesia, serta terlibat dalam Koran Jurnal Nasional dan Radio Ramaloka Serang.
Di dunia politik, ia merupakan kader setia Partai Gerindra sejak awal berdiri, pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum (2008–2021) hingga kini dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Depok dan Jawa Barat, ia duduk di Komisi X dan secara aktif mengadvokasi kebijakan budaya, mendukung RUU Pemajuan Kebudayaan, serta terlibat dalam berbagai promosi kebudayaan Indonesia hingga tingkat internasional.
Selain kiprah politiknya, Nuroji adalah sosok pejuang kebudayaan yang sangat mencintai seni dan masyarakat lokal. Ia pernah memimpin Karang Taruna Tanah Baru (1980–1985), aktif di Partai Demokrasi Indonesia (1982–1987), hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Depok, Pembina Persatuan Artis Komedi Depok, dan penggerak Lembaga Pelestarian Seni Tradisi Betawi Ngumpul.
Ia sukses menyelenggarakan berbagai acara besar seperti PENAS XII 2007 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Depok Night Parade, hingga kursus gratis bagi masyarakat. Hobinya membaca, menulis, bersepeda, dan berjalan jauh menjadi sarana refleksi batin yang memperkuat ketekunannya. Sebagai kepala keluarga yang hangat bagi istri, Hj. Rezky M. Noor, dan kelima anaknya, Nuroji terus menekankan pentingnya kejujuran dan kemauan untuk terus belajar bagi lulusan IPB agar mampu bersaing di segala bidang, berinovasi secara mandiri, dan memberikan dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.