Dari Meja Belajar Keluarga Sederhana hingga Mengelola Risiko Negeri
Ninis K. Adriani, yang kini menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko di PT Pupuk Indonesia, memiliki akar kehidupan yang kuat dalam kesederhanaan di Solo. Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, ia dibesarkan oleh seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan ibu rumah tangga dalam lingkungan yang menjunjung tinggi kedisiplinan belajar. Setiap malam, meja makan keluarga menjadi pusat aktivitas intelektual di mana sang ayah mengawasi anak-anaknya belajar dan membaca buku pinjaman perpustakaan demi menyiasati keterbatasan biaya. Budaya literasi dan ketekunan inilah yang membentuk fondasi karakter Ninis sejak dini.
Keberanian mengambil keputusan strategis mulai terlihat saat Ninis duduk di kelas 3 SMA ketika ia berhasil diterima di IPB University dan perguruan tinggi negeri di Solo melalui jalur PMDK. Meski sang ayah menyarankan kuliah di kota kelahiran demi efisiensi biaya, Ninis memilih IPB untuk melatih kemandirian dan mencari tantangan akademik di lingkungan yang kompetitif. Dengan dukungan orang tua yang berpikiran terbuka, ia berangkat ke Bogor meskipun harus menjalani masa studi dengan kiriman dana terbatas serta komunikasi yang hanya mengandalkan surat menyurat.
Masa kuliah di IPB memberikan pelajaran berharga mengenai adaptasi dan daya juang. Ninis yang terbiasa meraih nilai tinggi di sekolah asal harus menghadapi standar penilaian kurva normal dan persaingan ketat dengan mahasiswa unggul lainnya. Di luar ruang kelas, ia mengeksplorasi kemandirian melalui hobi mendaki gunung, sebuah aktivitas yang mengajarkannya filosofi untuk tidak mudah menyerah dalam menggapai tujuan. Pengalaman di alam terbuka dan atmosfer Bogor yang sejuk kala itu turut memperkaya perspektif hidupnya selama menempuh pendidikan tinggi.
Setelah lulus dari IPB, pada tahun 1990 Ninis memulai karier profesionalnya di salah satu bank milik pemerintah, yaitu BRI. Ia meniti karier selama bertahun-tahun hingga mencapai posisi Kepala Divisi (BOD-1), bahkan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 di Amerika Serikat (1998–2000). Tahun 2018, ia mendapat penugasan sebagai Direktur Keuangan di Pegadaian. Kemudian pada awal 2022, ia dipindahkan ke Permodalan Nasional Madani (PNM). Setelah sejak awal berkarier di sektor keuangan, akhir 2023 Ninis mendapat amanah baru di sektor riil sebagai Direktur Manajemen Risiko di Pupuk Indonesia (Persero), holding company yang membawahi perusahaan-perusahaan pupuk seperti PT Pusri, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, dan Pupuk Iskandar Muda.
Refleksi atas perjalanan panjangnya membawa Ninis pada kesimpulan bahwa hidup selalu penuh dengan dinamika dan perubahan. Ia meyakini bahwa di tengah pesatnya kemajuan teknologi, kemampuan untuk beradaptasi adalah kunci agar tidak tertinggal. Bagi Ninis, peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan agar seseorang tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus bergerak.