Nevi Sandra

Pemimpin Kreatif Industri Cita Rasa dan Aroma Asia

Di balik aroma produk-produk rumah tangga, kosmetik, dan wewangian premium yang digunakan jutaan konsumen Asia setiap harinya, terdapat tangan-tangan terampil para profesional kreatif yang bekerja tanpa henti di balik layar. Salah satu di antara mereka adalah Nevi Sandra — seorang eksekutif perempuan Indonesia yang selama lebih dari dua dekade setengah mengabdikan dirinya pada International Flavors & Fragrances (IFF), salah satu perusahaan wewangian terbesar di dunia.

Dari seorang Fragrance Development Manager muda di Jakarta hingga menjadi Creative Center Director, Scent yang berbasis di Singapura, perjalanan karier Nevi Sandra adalah kisah tentang ketekunan, keahlian teknis yang mendalam, dan kepemimpinan yang melampaui batas-batas geografis. Ia adalah bukti nyata bahwa talenta terbaik dari Indonesia mampu berdiri sejajar — bahkan memimpin — di panggung industri global.

Fondasi intelektual Nevi Sandra dibangun di salah satu institusi akademik paling bergengsi di Indonesia: Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan studi dengan gelar Bachelor's degree in Agricultural Engineering pada periode 1991–1995.

Pilihan jurusan ini mungkin terkesan tidak biasa bagi seseorang yang kelak berkarier di industri wewangian. Namun di sinilah justru letak keunikannya. Teknik Pertanian memberi Nevi Sandra pemahaman mendalam tentang bahan-bahan alami, proses kimia organik, dan ilmu material — semua fondasi yang ternyata sangat relevan dalam dunia formulasi wewangian yang sangat bergantung pada bahan baku alami, fermentasi, dan rekayasa kimia.

IPB, dengan reputasinya dalam riset pertanian tropika dan kimia organik, adalah tempat yang ideal untuk membangun kepekaan terhadap alam — sebuah kepekaan yang menjadi modal berharga bagi seorang profesional wewangian.

Nevi Sandra bergabung dengan IFF pada tahun 1998 — dan sejak hari itu, ia tidak pernah berhenti bertumbuh. Selama lebih dari 27 tahun, ia telah menjalani empat fase karier yang saling memperkuat satu sama lain, membentuk seorang pemimpin yang utuh dalam segala dimensi: teknis, kreatif, komersial, dan strategis.

Nevi Sandra memulai perjalanannya di IFF sebagai Fragrance Development Manager di Jakarta, bergabung pada November 1998. Posisi ini adalah titik masuk yang solid — bukan sekadar peran junior, melainkan sebuah tanggung jawab nyata dalam pengembangan produk wewangian untuk pasar Indonesia.

Dalam fase ini, ia mulai membangun keahlian teknisnya: memahami bahan baku (raw materials), proses formulasi, evaluasi sensoris, dan dinamika pasar FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) Indonesia yang kala itu sedang berkembang pesat. Jakarta, sebagai pusat industri terbesar di Asia Tenggara, adalah sekolah kehidupan yang sesungguhnya — di mana kecepatan, adaptasi, dan pemahaman konsumen menjadi keharusan.

Pada April 2001, Nevi Sandra mengambil langkah besar: ia berpindah ke Singapura untuk bergabung dengan Scent Design Group IFF. Inilah fase terpanjang dan paling formatif dalam kariernya — berlangsung selama 16 tahun 3 bulan, hingga Juni 2017.

Enam belas tahun adalah waktu yang sangat panjang. Dalam rentang waktu itu, seorang profesional tidak hanya mengasah keahlian teknis, tetapi juga membangun jaringan, memperdalam pemahaman pasar regional, dan mengembangkan kepemimpinan. Di Scent Design Group, Nevi Sandra bekerja di jantung proses kreatif IFF — di mana wewangian tidak sekadar dibuat, tetapi dirancang dengan mempertimbangkan emosi konsumen, tren pasar, dan keunikan budaya masing-masing negara.

Singapura, sebagai hub regional IFF untuk Asia Pasifik, memberinya akses ke ekosistem industri yang benar-benar global. Ia berinteraksi dengan perfumer internasional, klien dari berbagai negara, dan para inovator di bidang kimia sensoris — memperkaya perspektifnya jauh melampaui batas-batas Indonesia.

Setelah 16 tahun di Singapura, Nevi Sandra kembali ke tanah airnya dalam kapasitas yang jauh lebih besar. Pada Juni 2017, ia menjabat sebagai Commercial Director, Fragrances di Jakarta — sebuah posisi kepemimpinan komersial puncak yang menuntut perpaduan sempurna antara keahlian teknis dan kemampuan bisnis.

Selama 6 tahun 2 bulan, ia memimpin operasi komersial fragrance IFF di Indonesia — salah satu pasar FMCG terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa. Tanggung jawabnya mencakup manajemen akun klien berskala besar, strategi penetrasi pasar, pengembangan bisnis, serta memastikan portofolio wewangian IFF relevan dengan preferensi konsumen Indonesia yang terus berevolusi.

Fase ini adalah ujian kepemimpinannya yang sesungguhnya. Bukan lagi sekadar mengembangkan produk atau merancang aroma — tetapi memimpin tim, mengelola hubungan dengan klien-klien strategis, dan memberikan hasil bisnis yang terukur.

Pada Juli 2023, Nevi Sandra mencapai puncak perjalanan kariernya dengan diangkat sebagai Creative Center Director, Scent di Singapura — jabatan yang ia pegang hingga hari ini.

Ini adalah posisi puncak dalam ekosistem kreatif IFF di Asia. Seorang Creative Center Director memimpin seluruh operasi pusat kreasi wewangian — dari mengarahkan tim perfumer dan scent designer, membangun kapabilitas kreatif regional, hingga memastikan bahwa pusat kreasi IFF di Singapura tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi wewangian di Asia Pasifik.

Jabatan ini menjadi semakin strategis mengingat IFF baru-baru ini mengukuhkan komitmen besarnya di Singapura dengan membuka Singapore Innovation Center — fasilitas terbesar IFF di kawasan Asia, seluas hampir 11.000 meter persegi, yang menggabungkan kapabilitas dari semua divisi bisnis IFF dan menampung fasilitas evaluasi wewangian terbesar di seluruh dunia.

Perpaduan antara keahlian teknis mendalam (kimia, formulasi, R&D) dan pemahaman bisnis komersial (FMCG, pemasaran internasional) inilah yang membuat Nevi Sandra berbeda. Ia bukan sekadar ilmuwan yang bisa bicara bisnis — ia adalah pemimpin yang mampu menjembatani dunia laboratorium dan dunia pasar dengan sama baiknya.

IFF adalah perusahaan di balik aroma dari ribuan produk yang kita gunakan setiap hari: sabun mandi, detergen, sampo, parfum premium, hingga produk perawatan bayi. Perusahaan ini juga anggota S&P 500 — indeks saham blue-chip Amerika Serikat.

Dalam struktur besar seperti ini, menjadi Creative Center Director di salah satu pusat kreasi regional terpentingnya adalah sebuah kehormatan yang diraih hanya oleh mereka yang benar-benar telah membuktikan diri selama bertahun-tahun.

Ia membuktikan bahwa kepekaan budaya Asia Tenggara, yang begitu kaya akan bahan alam tropis dan keragaman preferensi konsumen, adalah keunggulan kompetitif yang nyata — bukan sekadar latar belakang geografis.

Lebih dari dua dekade adalah waktu yang sangat panjang untuk berkomitmen pada satu perusahaan. Namun di tangan Nevi Sandra, setiap tahun adalah babak baru — bukan pengulangan. Dari teknisi formulasi di Jakarta, perancang aroma di Singapura, direktur komersial yang kembali ke tanah air, hingga akhirnya memimpin pusat kreasi wewangian regional paling bergengsi di Asia.

Kisahnya adalah pengingat bahwa keunggulan sejati dibangun secara perlahan, dengan kedalaman keahlian yang tidak bisa disingkat, dan dengan keberanian untuk terus melangkah ke tantangan yang lebih besar.

Bagi para profesional muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di industri global — nama Nevi Sandra adalah salah satu bintang yang layak untuk diteladani.

Tinggalkan Komentar