Ndaru A. Pranoto 

Merajut Harmoni Ekologi dan Budaya Lewat Arsitektur Lanskap

Ndaru A. Pranoto merupakan seorang Arsitek Lanskap profesional yang memiliki dedikasi dan passion mendalam terhadap hubungan erat antara lingkungan, ekologi, budaya, dan kebutuhan sosial masyarakat. Bagi Ndaru, arsitektur lanskap bukan sekadar seni menata ruang terbuka, melainkan sebuah medium kontribusi nyata untuk meningkatkan kelestarian lingkungan, kesehatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan hidup manusia. Dengan ketertarikan yang kuat pada desain yang berkelanjutan dan tangguh, ia selalu menikmati proses kerja kolaboratif untuk memecahkan berbagai tantangan spasial demi memberikan dampak terbaik bagi proyek maupun komunitas yang dilayaninya.

Perjalanan akademis Ndaru dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menempuh pendidikan Sarjana (Bachelor's Degree) di bidang Arsitektur Lanskap dari tahun 2011 hingga 2017. Selama masa kuliahnya, ia tidak hanya fokus pada teori tetapi juga aktif membagikan ilmunya. Ndaru mendedikasikan dirinya sebagai Asisten Dosen di IPB selama satu tahun satu bulan, dimulai dari mengajar kelas sketsa (Sketch Class) pada periode Januari hingga Juni 2015, dan dilanjutkan dengan mengajar kelas desain dan pengembangan (Design and Development Class) dari Juli 2015 hingga Januari 2016. Portofolio akademisnya yang cemerlang membawanya meraih penghargaan internasional sebagai Best 25 IFLA APR Student Competition 2016 dari International Federation of Landscape Architects Asia-Pacific Region pada Januari 2016.

Sejalan dengan kegiatan akademisnya, Ndaru mulai merintis karier profesionalnya secara mandiri sebagai pekerja lepas (Self Employed) di Arcthick Studio dari bulan Februari 2015 hingga Oktober 2016 di Indonesia. Untuk memperluas cakrawala praktisnya, ia kemudian mengambil peran sebagai Magang Arsitek Lanskap di Kota Baru Parahyangan, Bandung dan sekitarnya, selama empat bulan dari Oktober 2016 hingga Januari 2017. Keaktifan dan bakat kreatifnya yang luar biasa mendapat pengakuan nasional ketika ia terpilih oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) sebagai salah satu dari "20 selected Indonesian Young Designer 2017" pada Februari 2017. Di masa-masa ini pula, Ndaru terlibat langsung dalam pengerjaan proyek Sekolah Kopi Humbang Hasundutan yang berlangsung dari tahun 2016 hingga 2017.

Karier profesional Ndaru terus menanjak saat ia bergabung dengan Sumbu Studio di Indonesia sebagai Arsitek Lanskap penuh waktu selama dua tahun tujuh bulan, terhitung dari Januari 2017 hingga Juli 2019. Selama periode ini, ia terus mengukir prestasi dengan menyabet penghargaan sebagai Favorite Winner untuk Jakarta Hackatown pada Januari 2018. Ia juga terlibat dalam pengerjaan proyek Rumah Kopi Ranin (2018 - 2019) dan memprakarsai proyek Gorontalo Agribusiness Innovation Center dari tahun 2018 yang terus berjalan hingga sekarang. Guna melegitimasi kompetensi profesionalnya di tanah air, Ndaru sukses mengantongi sertifikasi profesi berupa Landscape Architect Qualification Certificate dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI).

Keinginan kuat untuk berkembang di tingkat global membawa Ndaru melangkah ke Shanghai, Cina. Langkah internasionalnya dimulai saat ia bergabung dengan Tuning Landscape Design Co., Ltd. sebagai Arsitek Lanskap dari Agustus 2019 hingga Juni 2021. Pengalaman internasionalnya semakin matang ketika ia berpindah ke DDON (笛东), salah satu firma desain lanskap terkemuka di Shanghai. Ndaru mengabdi di DDON selama total lima tahun dua bulan. Ia memulai perannya di sana sebagai Senior Landscape Architect dari Juni 2021 hingga Maret 2024, sebelum akhirnya dipercaya memegang posisi strategis sebagai Design Director dari Maret 2024 hingga sekarang.

Kunci kesuksesan Ndaru dalam meniti karier dari skala nasional hingga memimpin tim desain di Shanghai terletak pada penguasaan keahliannya yang sangat komprehensif. Ia memiliki kompetensi mendalam dalam Desain Berkelanjutan (Sustainable Design), Riset Desain, Desain Arsitektur, Desain Urban, hingga Pelestarian Warisan Budaya (Cultural Heritage). Kemampuan teknisnya didukung oleh penguasaan berbagai perangkat lunak industri seperti AutoCAD, SketchUp, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan Adobe InDesign CC. Keahlian ini dipadukan secara harmonis dengan talenta artistik alaminya dalam membuat Sketsa, Gambar Manual (Hand Drafting), Seni rupa, hingga Seni Konseptual, menjadikan setiap karya lanskap yang dilahirkannya bernilai estetis tinggi sekaligus fungsional bagi bumi dan manusia.

 

Tinggalkan Komentar