Membangun Sumatera Utara Melalui Kolaborasi dan Inovasi
Muhammad Bobby Afif Nasution lahir di Medan pada 5 Juli 1991 sebagai putra bungsu dari pasangan Erwin Nasution dan Ade Hanifah Siregar. Tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan nilai religius, Bobby membentuk fondasi kepemimpinannya melalui keseimbangan antara ketegasan dan empati.
Masa kecilnya yang sering berpindah kota, mulai dari Pontianak hingga Bandar Lampung, melatih kemampuannya dalam beradaptasi dan memahami berbagai karakter sosial.
Ketertarikannya pada organisasi dan kerja tim sudah terlihat sejak menempuh pendidikan dasar dan menengah, yang kemudian berlanjut saat ia menempuh studi S-1 Agribisnis angkatan 46 (2009) dan Magister Manajemen angkatan R55 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Pendidikan di IPB tidak hanya membekalinya dengan ilmu manajemen strategis, tetapi juga membentuk karakter kritis dan kolaboratif yang berpihak pada keberlanjutan masyarakat.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby membangun karier kemandirian di sektor bisnis properti sejak tahun 2011 dan sempat menjabat sebagai Direktur Pemasaran di Takke Group. Baginya, kewirausahaan adalah sarana untuk memahami hubungan antarmanusia melalui kepercayaan dan kerja sama.
Selain bisnis, ia menaruh perhatian besar pada dunia olahraga dengan mengelola klub sepak bola Medan Jaya serta menginisiasi berbagai turnamen lokal untuk membina potensi pemuda. Kehidupan pribadinya juga menjadi sumber kekuatan, di mana pernikahannya dengan Kahiyang Ayu pada 2017 telah dikaruniai tiga orang anak. Bagi Bobby, keluarga adalah tempat pulang yang senantiasa mengingatkannya untuk tetap rendah hati dan bersyukur di tengah kesibukan melayani publik.
Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai Wali Kota Medan pada 2020, di mana ia berfokus pada digitalisasi birokrasi, pelayanan publik, dan pelestarian lingkungan melalui transformasi TPA Terjun. Keberhasilannya di tingkat kota, termasuk meraih penghargaan internasional sebagai "Pelopor Peduli Lingkungan Hidup", membawanya melangkah lebih jauh.
Pada 20 Februari 2025, Bobby resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara, menjadikannya salah satu gubernur termuda di Indonesia. Dengan visi "Sumut Maju, Adil, dan Kolaboratif", ia menetapkan lima program prioritas yang mencakup kesehatan melalui target Universal Health Coverage, pembangunan infrastruktur konektivitas, penguatan ekonomi melalui gerakan "Sejuta UMKM Sumut", ketahanan pangan, serta akselerasi kualitas pendidikan.
Sebagai salah satu alumni menonjol IPB, Bobby terus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta melalui perannya di Majelis Wali Amanat USU dan kepengurusan HIPMI. Ia berkomitmen menjadikan Sumatera Utara sebagai ruang kolaborasi bagi inovasi riset terapan, terutama di bidang agroteknologi dan pengembangan SDM.
Berbagai penghargaan seperti Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dan Anugerah Garda Nasional Bumi dan Bencana menjadi bukti atas konsistensinya dalam melayani. Melalui kepemimpinannya, Bobby ingin membuktikan bahwa sinergi yang inklusif antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.