Moehammad Aman Wirakartakusumah

Menguatkan Akademik: ke Panggung Diplomasi dan Transformasi Nasional

Prof. Ir. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D., lahir di Tasikmalaya pada 30 Juli 1947 sebagai putra dari pasangan Raden Wirakartakusumah dan Nyi Raden S. Gandapermasih. Ayah beliau, seorang pamong praja lulusan MOSVIA, menanamkan nilai disiplin, kejujuran, dan ketulusan dalam pelayanan publik, sementara sang ibu mengajarkan keteguhan iman, kreativitas, dan kerja keras melalui kewirausahaan keluarga. Sejak kecil di Bogor, lingkungan rumahnya telah menjadi sekolah pertama yang menumbuhkan rasa ingin tahu tinggi terhadap sains dan teknologi. Pendidikan dasar hingga menengah diselesaikannya di Bogor sebelum ia menempuh studi tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan meraih gelar Insinyur Teknologi Hasil Pertanian pada tahun 1972. Kehausan akan ilmu kemudian membawanya ke University of Wisconsin–Madison, Amerika Serikat, hingga meraih gelar M.Sc. dan Ph.D. di bidang Food Science dengan minor Chemical Engineering. Masa studi di Amerika ini membentuk keterbukaan berpikir dan integritas ilmiahnya, yang terus ia jaga melalui peran aktifnya sebagai tokoh kunci dalam jaringan alumni Wisconsin di tingkat internasional.

Karier akademik Prof. Aman di IPB dimulai sejak tahun 1971 dan berkembang pesat hingga ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan pada tahun 1993. Puncak pengabdiannya di almamater tercapai saat beliau menjabat sebagai Rektor IPB periode 1998–2002, sebuah masa transisi krusial di mana beliau memimpin reformasi besar IPB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Selama kepemimpinannya, ia tidak hanya memperkuat infrastruktur melalui pembangunan asrama mahasiswa, tetapi juga memperluas kemitraan industri dan kerja sama internasional. Pengalaman manajerialnya yang luas, mulai dari Dekan FATETA hingga Wakil Rektor, sejalan dengan kontribusinya di tingkat nasional sebagai Staf Ahli Menteri Negara Urusan Pangan. Dedikasinya pada kepemimpinan institusi pendidikan terus berlanjut hingga saat ini, di mana ia pernah menjabat sebagai Rektor Sampoerna University dan kini memimpin IPMI International Business School guna mencetak talenta bisnis berstandar global.

Di kancah internasional, Prof. Aman menorehkan jejak diplomasi yang sangat signifikan bagi Indonesia. Sebagai Duta Besar/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO di Paris periode 2004–2008, ia memegang posisi strategis seperti Ketua Komite ASEAN dan Wakil Presiden G77 + China. Salah satu warisan terbesarnya adalah peran sentral dalam proses ratifikasi Konvensi Warisan Budaya Takbenda dan Konvensi Keberagaman Ekspresi Budaya. Reputasinya sebagai ilmuwan pangan dunia juga diakui melalui kepemimpinan di organisasi global seperti Presiden International Union of Food Science and Technology (IUFoST) dan International Academy of Food Science and Technology (IAFoST). Hingga saat ini, ia tetap aktif sebagai penasihat di tingkat dunia, termasuk dalam komite ilmiah FAO dan UN Secretary General Food Systems Summit, yang mengukuhkan perannya sebagai penghubung antara sains, industri, dan kebijakan publik global.

Dalam kehidupan pribadi, Prof. Aman membangun keluarga yang harmonis bersama Sylvia Roosniaty Djohar dan keempat putra mereka, di mana kejujuran dan kasih sayang menjadi landasan utama. Pengalaman spiritual, termasuk saat melaksanakan ibadah haji, semakin mempertebal keyakinannya akan rencana Ilahi dalam setiap langkah hidup. Sebagai sosok yang gemar bermusik, bermain tenis, serta aktif membaca dan menulis, ia memandang setiap amanah sebagai panggilan pengabdian yang tidak boleh ditolak.

Sepanjang perjalanan kariernya, Prof. Wirakartakusumah menerima berbagai penghargaan yang menandai pengakuan atas kontribusi akademik, kepemimpinan, dan pelayanan publiknya. Beberapa di antaranya adalah Bintang Jasa Utama Republik Indonesia (1998), Satya Lencana XX tahun Republik Indonesia, Satya Lencana XXX tahun Republik Indonesia, Distinguished International Alumni Award University of Wisconsin (1999), Lifetime Achievement Award Wisconsin Alumni Association (2018), Fellow International Academy of Food Science and Technology (2003– sekarang), Fellow/Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (2003–sekarang), FATETA Award for Leadership (2021), serta Exemplary Award dari PATPI sebagai President IUFoST (2023). Meski banyak penghargaan diraih, bagi beliau, kepuasan terbesar adalah melihat dan terlibat dalam pengembangan generasi muda Indonesia menjadi ilmuwan, pemimpin, dan wirausaha yang berintegritas dan berdaya saing global.

 

Tinggalkan Komentar