Mahfudz

Pemimpin Kehutanan yang Berpihak pada Alam

Dr. Ir. Mahfudz, M.P. lahir pada 29 Agustus 1967 di keluarga pesantren di Lasem, Rembang, yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan kepedulian lingkungan sejak dini. Masa kecilnya yang akrab dengan alam membentuk fondasi karakter dan ketertarikannya pada bidang kehutanan.

Ia menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah dan pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Rembang (lulus 1987), sebelum meraih gelar S-1 Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1991. Dedikasi akademiknya berlanjut melalui jenjang S-2 dan S-3 Kehutanan di Universitas Gadjah Mada yang diselesaikannya antara tahun 2003 hingga 2011, memperkuat kapasitas riset dan pengetahuan ilmiahnya dalam pengelolaan sumber daya alam.

Karier profesional Mahfudz merupakan perpaduan antara keahlian teknis dan kepemimpinan strategis. Ia memulai peran manajerial sebagai Kepala Balai Penelitian Kehutanan Manado (2010–2014), dilanjutkan sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulihan Tanaman Hutan (2014–2016), serta Kepala BBKSDA Riau (2016–2017).

Pengalamannya semakin luas saat menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi (2017–2022) yang berfokus pada kebijakan berbasis data. Puncak kariernya di kementerian dicapai melalui posisi Sekretaris dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (2022–2025), hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sejak 13 Maret 2025. Ia juga mengemban tanggung jawab strategis sebagai Ketua Pelaksana OMO Indonesian’s FOLU Net Sink 2030 untuk mendukung target penyerapan karbon nasional.

Atas dedikasi panjangnya dalam pelayanan publik, Mahfudz dianugerahi penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10, 20, hingga 30 tahun. Selain di birokrasi, ia aktif berorganisasi di LPP Nahdlatul Ulama, HKTI sebagai Wasekjen bidang Kehutanan, dan Ketua KORPRI Kementerian Kehutanan.

Pendekatannya dalam memimpin bersifat visioner, kolaboratif, dan dialogis, dengan selalu memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Baginya, kepemimpinan sejati adalah tentang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan melalui integritas dan penerapan ilmu pengetahuan.

Sebagai salah satu alumni terkemuka IPB University, Mahfudz menganggap almamaternya sebagai tempat krusial dalam pembentukan karakter dan pemahaman akan hubungan manusia dengan alam. Ia berharap IPB terus mencetak sumber daya manusia yang berjiwa ekologis dan mendorong kolaborasi lintas disiplin demi kemaslahatan bangsa.

Perjalanan hidupnya dari Rembang hingga menjadi Sekjen Kementerian Kehutanan menjadi bukti nyata bahwa ketekunan yang didasari oleh nilai-nilai luhur dan keahlian ilmiah mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan masa depan planet ini.

Tinggalkan Komentar