Khalifah Muhamad Ali

Mewakafkan Ilmu, Menyelamatkan Hutan

Bagi Dr. Khalifah Muhamad Ali, S.Hut., M.Si., ilmu bukan hanya untuk dibagikan, tapi juga diwakafkan. Lulusan IPB University ini menjadikan keilmuan sebagai jalan pengabdian—dari ruang kelas, desa-desa pelosok, hingga hutan-hutan yang nyaris terlupakan. 

Pribadi yang dikenal sebagai akademisi di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah sekaligus praktisi yang menautkan nilai-nilai Islam dengan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Saat ini, Khalifah dipercaya sebagai Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University untuk periode 2023–2028. Penunjukan ini menandai konsistensinya dalam mengembangkan ekonomi Islam di ranah akademik, yang sebelumnya telah ia jalani sebagai  dosen tetap di kampus tersebut sejak 2014.

Perjalanan keilmuannya dimulai dari hutan. Ia merupakan lulusan Sarjana Manajemen Kehutanan dari IPB University tahun 2009. Ketertarikannya terhadap peran ekonomi dalam pengelolaan alam membawanya melanjutkan studi ke Universitas Indonesia, meraih gelar Magister Sains di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah. 

Di tengah studi tersebut, ia juga mengambil program diploma Bahasa Arab di Al Imam Muhammad Ibn Saud University untuk memperdalam pemahaman terhadap sumber-sumber literatur Islam klasik. Kehausan intelektualnya membawanya merantau lebih jauh lagi ke Malaysia, menempuh program doktoral di bidang Islamic Banking and Finance di International Islamic University Malaysia (IIUM), dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2022.

Namun, peran Khalifah tidak berhenti sebagai akademisi. Ia terus menghubungkan antara ilmu dan aksi. Di Bogor, ia memulai berbagai inisiatif sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan usia dini berbasis nilai Islam melalui PAUD Khulafa Islamic School, hingga pertanian terpadu berwawasan halal yang ia rintis lewat Treegona Farm. Ia juga menginisiasi Rumah Qur’an IPB melalui Yayasan Yassiru, lembaga yang hingga kini aktif mendampingi mahasiswa dan masyarakat dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Salah satu terobosan paling mencolok dari Khalifah adalah gagasan Hutan Wakaf Bogor. Gagasan ini muncul dari keprihatinannya terhadap kerusakan hutan di Indonesia, negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia yang kehilangan ratusan ribu hektar setiap tahun. 

Pada Agustus 2018, ia menulis artikel di media daring sharianews.com tentang ide mengelola hutan berbasis wakaf. Gagasan ini kemudian diwujudkan secara nyata ketika seorang wakif mewakafkan tanah seluas 1.500 meter persegi di Desa Cibunian, Kabupaten Bogor. Lahan tersebut menjadi titik awal lahirnya Komunitas Hutan Wakaf Bogor, yang kelak bertransformasi menjadi Yayasan Hutan Wakaf Bogor pada September 2020.

Seiring berjalannya waktu, yayasan ini berkembang pesat. Mereka berhasil membebaskan lahan wakaf kedua seluas 1.200 meter persegi pada Juni 2019, dan lahan ketiga seluas lebih dari 38.000 meter persegi pada Juli 2020. Di bawah kepemimpinannya, hutan wakaf tidak hanya dikelola sebagai kawasan konservasi ekologis, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta spiritualitas masyarakat. Khalifah meyakini bahwa pelestarian hutan berbasis wakaf bisa menjadi model baru pengelolaan lingkungan yang tak bertentangan dengan syariat, bahkan justru memperkuatnya.

Di luar kampus dan yayasan, Khalifah juga aktif dalam berbagai organisasi nasional. Ia dipercaya menjadi anggota Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH-SDA) di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sejak 2022.

Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan di Dewan Pengurus Pusat IKADI (Ikatan Dai Indonesia), serta memimpin Yayasan Amal Insani dan Yayasan Usrah Quraniyyah yang berfokus pada dakwah dan pendidikan berbasis komunitas.

Dedikasinya dalam menulis dan meneliti juga tidak diragukan. Ia turut menulis buku teks “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). 

Berbagai penghargaan diraihnya selama menempuh studi doktoralnya, mulai dari Best Postgraduate Student di IIUM, hingga sejumlah penghargaan paper terbaik di berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.

Lebih dari sekadar akademisi, Khalifah Muhamad Ali adalah gambaran nyata dari alumni IPB University yang menjadikan ilmu sebagai amanah, dakwah sebagai panggilan, dan pelestarian alam sebagai bentuk ibadah. 

Dari hutan ke ruang kelas, dari desa ke panggung internasional, ia terus menanam dan menumbuhkan peradaban yang berpihak pada keberlanjutan, keadilan sosial, dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Tinggalkan Komentar