Jejak Menuju Guardian of Stability
Perjalanan hidup Juda Agung yang bermula dari Pontianak hingga berpindah-pindah ke Madiun dan Solo telah menanamkan nilai adaptasi yang kuat dalam dirinya. Masa studinya di Jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB menjadi fase krusial di mana ia tidak hanya mempelajari pengelolaan hasil panen, tetapi juga menyerap esensi daya tahan dan cara berpikir sistemik. Di bawah bimbingan Prof. Eriyatno, seorang pakar system science, Juda diperkenalkan pada konsep kecerdasan buatan dan sistem pakar yang saat itu masih sangat futuristik. Pelajaran mengenai cara melihat masalah sebagai bagian dari sistem yang saling terkait, bukan sekadar sebab-akibat linier, menjadi fondasi intelektual yang membimbingnya dalam memahami kompleksitas ekonomi makro dan kebijakan publik di masa depan.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, karier Juda berkembang pesat di Bank Indonesia, lembaga yang ia sebut sebagai guardian of stability. Langkah akademiknya terus berlanjut hingga ke University of Birmingham, Inggris, untuk meraih gelar Master (1995) dan Doktor (1999) di bidang ekonomi, serta sempat mendalami perencanaan ekonomi di Belanda. Pengalaman profesionalnya sangat luas, mencakup bidang riset, staf Gubernur, hingga memimpin Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter serta Kantor Perwakilan BI Jawa Barat. Kiprah internasionalnya pun tercatat saat ia menjabat sebagai Penasihat dan Direktur Eksekutif di IMF, memperkuat perspektif globalnya dalam menjaga stabilitas keuangan nasional.
Memasuki tahun 2022, Juda dipercaya mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dan pada tahun 2025 ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio BI. Puncak kepercayaan negara terhadap kepakarannya ditandai dengan pelantikannya sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Februari 2026. Baginya, setiap jabatan adalah amanah untuk berbuat lebih baik bagi negeri, di mana seorang sarjana tidak boleh hanya pandai secara teori, tetapi harus siap terjun ke lapangan untuk membawa solusi berbasis data. Ia percaya bahwa keberhasilan sejati bukanlah tentang mencapai puncak sendirian, melainkan tentang kemampuan membuka jalan bagi orang lain untuk ikut maju bersama.
Di balik rutinitas kebijakan yang padat, Juda menemukan ruang refleksi melalui olahraga golf dan kehangatan keluarga. Golf baginya adalah latihan keseimbangan pikiran, yang mengajarkan bahwa hasil terbaik lahir dari kesabaran dan konsistensi dalam menghadapi variabel yang tidak terduga, mirip dengan tantangan dalam merancang kebijakan publik. Sementara itu, keluarga tetap menjadi jangkar utama yang mengajarkannya untuk mendengar sebelum memutuskan. Sebagai alumni IPB yang memegang teguh nilai kemanfaatan ilmu, ia terus mendorong kolaborasi lintas disiplin guna menjawab tantangan masa depan seperti ekonomi hijau, digitalisasi, dan hilirisasi, demi mewujudkan kemajuan masyarakat yang berkelanjutan.