Inung Widi Setiadji

Lahirkan Inovasi di Bidang Jasa Keuangan Syariah

Sejak berkuliah di IPB University, Inung Widi Setiadji sudah bercita-cita untuk berkarir di bidang pertanian ataupun peternakan. Hal itu tentu berhubungan dengan ilmu agribisnis, khususnya sosial ekonomi yang ia tempuh selama berkuliah di Fakultas Pertanian.

Namun, setelah lulus kuliah, cita-cita yang ia impikan belum bisa terealisasi. Inung justru memulai karirnya di PT Astra International. Di sana, sebagai lulusan IPB Univeristy, ia berkesempatan menduduki beberapa jabatan. Diantaranya Branch Manager FIFGROUP, Kepala Wilayah, Risk Division Head, Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) FIFGROUP, hingga jabatannya saat ini sebagai Presiden Direktur PT Sharia Multifinance Asrta atau yang dikenal dengan Amitra.

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, pria kelahiran Kudus 15 Juni 1974 ini mampu menciptakan beberapa inovasi jasa keuangan berbasis syariah. Bahkan, Inung adalah sosok di balik suksesnya finance berbasis syariah di PT Federal International Finance (FIFGROUP). Ia menginovasikan cicilan umrah, gaji, kurban, hingga pembiayaan emas yang bisa dilakukan berbasis syariah. 

Sebelum meraih kesuksesannya saat ini, Inung tak pernah membayangkan akan terjun pada perusahaan jasa keuangan, apalagi memiliki jabatan dan tanggung jawab besar sebagai seorang presiden direktur.

Selain pernah bercita-cita berkarir di bidang pertanian atau peternakan, saat masih kecil, Inung bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola, karena ia pernah mengidolakan Arseto Solo FC.

Sayang, cita-citanya saat masih kecil tidak mendapat restu dari orangtua, lulus dari SMA, ia langsung hijrah ke Bogor untuk menuntut ilmu di IPB University. Meski keinginannya menjadi seorang petani atau peternak dan pemain bola tidak bisa diraih, saat ini ia sangat bersyukur menjadi seorang penyedia jasa keuangan. Ia memiliki motivasi dalam hidupnya bahwa yang terpenting adalah hidup yang bermanfaat untuk orang lain.

Bapak dari dua anak ini berkeyakinan, memberi manfaat kepada orang lain merupakan sebuah ibadah. Ia juga berpendapat bahwa suskesnya seseorang tidak dinilai dari sebuah jabatan, tetapi dapat menyeimbangkan kehidupan antara dunia dan akhirat.

Tidak diragukan lagi bahwa kesuksesan dari posisinya sebagai Presiden Direktur PT. Sharia Multifinance Astra ini adalah salah satu bentuk anugerah yang ia dapatkan dari niat baiknya bisa bermanfat untuk sesama.(*)

Tinggalkan Komentar