Indra Cahyadinata

Dedikasi dalam Mengedepankan Logika Sistematis

Indra Cahyadinata lahir pada 7 Mei 1978 di Mukomuko, Bengkulu, dari pasangan H. Idrus Pekar dan Nurzamiati. Tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang asri, masa kecilnya diwarnai dengan aktivitas alam seperti mencari ikan di sungai, mengumpulkan kayu bakar di hutan, serta beternak untuk kebutuhan keluarga. Di tengah keterbatasan fasilitas saat itu, ia telah dibekali nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian oleh orang tuanya, termasuk kedisiplinan belajar mengaji dan manajemen waktu yang menjadi fondasi karakter kepemimpinannya di masa depan.

Rekam Jejak Pendidikan di IPB University

Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) ditempuh di TK Tunas Teratai Indah-Mukomuko tahun 1983–1984, SD Negeri 4 Mukomuko tahun 1984–1990, SMP Negeri 1 Mukomuko tahun 1990–1993, dan SMA Negeri 1 Mukomuko tahun 1993–1996 Jurusan Biologi (A2). Tahun 1996, melalui jalur Ujian Seleksi Masuk IPB (USMI), diterima pada pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, dan lulus pada Tahun 2001 dengan memperoleh gelar Sarjana Pertanian (S.P).

Tahun 2003, melanjutkan pendidikan di Sekolah Pascasarjana IPB pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL), dan memperoleh gelar Master Sains (M.Si) pada tahun 2005 dengan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari Kementerian Pendidikan Nasional. Pada tahun 2017, memperoleh kesempatan melanjutkan studi di Program Doktor Sekolah Pascasarjana IPB, Program Studi 198 Top 100 Alumni Prominent 2025 IPB UNIVERSITY Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL) dengan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan lulus tahun 2019 dengan memperoleh gelar Doktor (Dr). Program pendidikan doktor ini dapat diselesaikan dalam jangka waktu 27 bulan, yaitu dari September 2017 sampai November 2019.

Karier Akademik dan Kepemimpinan di Universitas Bengkulu

Perjalanan karier dimulai dari mengikuti seleksi penerimaan dosen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Bengkulu pada akhir tahun 2001, tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dari IPB. Dinyatakan lulus dan mendapat SK CPNS terhitung mulai tanggal 1 Desember 2001 pada Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan jabatan pegawai negeri sipil pada tahun 2002, maka terhitung mulai tanggal 1 Januari 2003 diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Dalam kurun waktu 2003–2008, mengikuti banyak kegiatan ad-hoc, baik pada tingkat program studi, jurusan, fakultas hingga universitas.

Pada tahun 2008–2012, mengemban amanah sebagai Sekretaris Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Tahun 2012–2016 dipercaya sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Pertanian. Selanjutnya, tahun 2020–2024 kembali dipercaya sebagai Wakil Dekan Bidang Sumberdaya Fakultas Pertanian. Tahun 2024 terpilih sebagai Dekan Fakultas Pertanian periode 2024–2028 dan mengemban amanah sebagai Dekan dari Tanggal 18 April 2024 hingga 5 Oktober 2025. Pada September 2025, terpilih sebagai Rektor Universitas Bengkulu periode 2025–2029 dan dilantik untuk mengemban amanah sebagai Rektor sejak 6 Oktober 2025.

Kesungguhan dan keseriusan dalam menjalani setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab tentunya memberikan hasil yang baik. Pada pendidikan doktor, dengan masa studi 27 bulan dan IPK 4,00, mendapat penghargaan Rektor IPB pada tahun 2020 sebagai Lulusan Terbaik. Pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil dengan masa kerja lebih dari 23 tahun juga mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun pada tahun 2018 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada tahun 2022 dari Presiden Republik Indonesia.

Kontribusi Ilmiah, Organisasi, dan Kehidupan Pribadi

Sebagai akademisi, ia aktif dalam pengajaran lintas jenjang (S1 hingga S3) dan produktif menghasilkan karya ilmiah dengan publikasi 17 artikel di jurnal internasional bereputasi serta lebih dari 75 artikel di jurnal nasional. Pengalaman organisasinya pun sangat luas, dimulai dari Ketua OSIS, pengurus Senat Mahasiswa dan MISETA IPB, hingga keterlibatan di HMI, KAHMI, dan berbagai asosiasi profesi seperti PERHEPI dan SAFE Network. Dalam kehidupan pribadi, ia menikah dengan Gushevinalti yang juga seorang dosen, dan dikaruniai tiga orang anak. Bagi Indra, pendidikan di IPB bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses pembentukan logika sistematis dan semangat kebersamaan yang terus ia terapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Komentar