New Comer yang Berhasil Lolos ke Senayan
Drh. I Ketut Suwendra, M.M., merupakan seorang politisi PDI Perjuangan yang berhasil menembus dunia legislatif nasional sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Lampung II. Lahir pada 17 April 1976 di Seputih Banyak, Lampung Tengah, Suwendra merupakan anak kedelapan dari sepuluh bersaudara dalam keluarga transmigran asal Desa Manduang, Nusa Penida, Bali.
Orang tuanya, Pan Rantia (almarhum) dan Men Rantia, awalnya merantau ke Nusa Penida, namun karena tidak memiliki tanah dan tempat tinggal, mereka memutuskan ikut program transmigrasi ke Lampung Tengah pada tahun 1962 mengikuti jejak paman Suwendra yang lebih dulu berangkat untuk menjadi petani di Lampung Tengah. Dari kecil, Suwendra tumbuh dalam lingkungan yang sederhana namun penuh nilai kerja keras, disiplin, dan ketekunan, yang membentuk karakternya hingga dewasa.
Suwendra menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Lampung Tengah, sebelum akhirnya mewujudkan cita-citanya untuk mendalami pengetahuan di bidang pertanian dengan melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1995 melalui seleksi masuk yang ketat.
Ia kemudian menamatkan pendidikan pascasarjana dengan menempuh Magister Manajemen di Universitas Bandar Lampung (UBL), menjadikannya satu-satunya anggota keluarganya yang menempuh pendidikan hingga jenjang pascasarjana, sementara kakak dan adiknya hanya menamatkan pendidikan SD atau SMA, bahkan beberapa tidak lulus SD. Di dalam keluarganya, Suwendra juga merupakan satu-satunya yang menekuni dunia politik, meski ia memiliki ipar bernama Wayan Dama dari PDIP yang menjabat sebagai anggota DPRD Lampung Tengah untuk periode ketiga pada 2024–2029.
Sebelum terjun ke politik secara formal, Suwendra sangat aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat dengan menjadi pengurus asosiasi peternakan dan perikanan, terlibat dalam komite sekolah, serta membina petani dan peternak. Ia juga memiliki usaha mandiri di bidang peternakan ayam dan babi serta kolam ikan patin, di mana pengalaman tersebut membentuknya sebagai sosok yang sangat peduli pada masyarakat, memahami tantangan nyata petani dan peternak, serta selalu berorientasi pada pemberdayaan dan pembangunan dari bawah.
Suwendra baru bergabung sebagai kader PDIP pada tahun 2019 di Lampung Tengah, namun meski tergolong baru, ia dipercaya untuk maju sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilihan Legislatif 2024 dengan menempati nomor urut satu dari sepuluh caleg PDIP di dapilnya. Ia berhasil meraih 62.907 suara, yang merupakan suara terbesar di internal partai, sehingga menjadikannya satu-satunya caleg PDIP yang lolos di Lampung II sebagai pendatang baru yang langsung menapaki level nasional.
Mengenai pencapaiannya tersebut, Suwendra menyatakan rasa syukur yang mendalam dan menganggapnya sebagai kehendak serta restu alam karena ia hanya bergerak dari bawah dan berencana, sementara alam yang memberi jalan. Gaya kampanyenya selama Pileg 2024 menegaskan kedekatannya dengan rakyat, di mana ia lebih banyak melakukan blusukan langsung daripada sekadar membuka posko, bahkan dalam sehari ia bisa mengunjungi enam titik berbeda hingga baru pulang ke rumah pada pukul 02.00 dini hari.
Ia merespons masukan konstituen mengenai caleg yang sering menghilang setelah terpilih dengan memberikan kepastian bahwa dirinya akan tetap konsisten turun ke bawah dan blusukan meski sudah menjadi anggota DPR RI. Sebagai anggota DPR RI yang ditempatkan di Komisi IV, Suwendra kini fokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan untuk memperjuangkan masalah sulitnya pupuk, harga panen yang tidak stabil, serta kerusakan jalan pertanian yang menghambat daya angkut hasil bumi.
Terkait penempatan tugas di komisi, Suwendra menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan partai karena baginya pengabdian berarti harus siap bertugas di mana saja tanpa memilih. Dalam kehidupan pribadinya, Suwendra menikah dengan Ni Wayan Suciati dan dikaruniai dua putra, Gede Brahmantara Yogi Suwendra dan Kadek Yogeswara Kesawa Suwendra, yang menjadi pilar penting serta dukungan utama dalam setiap langkah politiknya.
Ia selalu mengenang masa studinya di IPB sebagai masa penuh dinamika yang membentuk karakternya melalui pendidikan berkualitas, dan ia berharap agar IPB terus menjadi kiblat perjuangan kedaulatan pangan nasional serta para alumninya tetap solid berkontribusi dengan idealisme tinggi. Suwendra menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas bagi generasi muda agar siap bersaing di kancah dunia, di mana filosofi hidup tersebut membuktikan bahwa keberhasilan individu harus senantiasa dikaitkan dengan kontribusi nyata bagi bangsa, sebagaimana perjalanan hidupnya dari anak transmigran hingga menjadi wakil rakyat yang inspiratif.