Konsistensi dan Resiliensi untuk Mencapai Karier Puncak di Perbankan Nasional
Hermita, S.H., M.M., lahir dan tumbuh dalam keluarga yang disiplin dan penuh dedikasi terhadap masyarakat. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, ia dididik untuk bertanggung jawab, hidup dalam kebersamaan, serta saling mendukung satu sama lain. Ayah dan ibunya menanamkan nilai integritas, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Sosok yang paling dikagumi adalah orang tua, yang mempunyai peran yang masing-masing berbeda. Dari beliau, Hermita belajar arti kepemimpinan sejati —bukan sekadar perintah, tetapi keteladanan melalui tindakan nyata. Ia masih mengingat momen masa kecil saat mendampingi sang ayah bekerja hingga larut malam, menyaksikan bagaimana pengabdian dijalankan dengan tulus. Pengalaman itu mengajarkan bahwa melayani masyarakat adalah bentuk tertinggi dari tanggung jawab dan dedikasi. Dari situlah muncul tekadnya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Hermita menempuh pendidikan dasar di SD Murni (1981), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Padang (1984), dan SMA Negeri 3 Padang (1987). Ia meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Andalas pada 1992. Hasratnya untuk terus berkembang membawanya melanjutkan studi ke Institut Pertanian Bogor (IPB) dan meraih Magister Manajemen Agribisnis (M.M.) pada 2003. Pendidikan di IPB memberikan pengalaman berharga yang tidak hanya memperkuat kemampuan analisis dan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan etika kerja, semangat kolaborasi, serta wawasan luas yang menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
Perjalanan profesional Hermita dimulai di BNI Cabang Imam Bonjol Padang, tempat ia meniti karier dari bawah dengan penuh kesabaran dan dedikasi. Tiga tahun kemudian, ia mendapat promosi ke kantor pusat BNI dan secara konsisten dipercaya memegang berbagai posisi strategis di bidang pendanaan, kredit, legal, collection hingga teknologi informasi. Pengalaman lintas fungsi ini memperkaya perspektifnya dalam memahami bisnis perbankan secara menyeluruh.
Puncak kariernya dimulai saat ia dipercaya sebagai Regional Sales Manager Jawa Barat, hingga kemudian dipromosikan menjadi Senior Vice President (SVP) di Sulawesi Utara—menjadikannya satu-satunya perempuan yang memimpin wilayah timur. Ia kemudian menjabat SVP Kantor Wilayah Jakarta Senayan, SVP Divisi Produk dan Penjualan Konsumer, SVP Hubungan Kelembagaan, SVP Kantor Wilayah Palembang, hingga SVP Smart City. Hampir setiap dua tahun, Hermita mendapat promosi baru, bukti atas konsistensi dan kinerja luar biasanya.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak segan turun langsung ke lapangan dan memang harus turun untuk paham detail dari permasalahan di lapangan sehingga dapat memberi solusi yang sesuai. Dalam banyak kesempatan, ia memimpin tim menghadapi tantangan operasional di berbagai daerah, bahkan pernah menyeberangi laut pukul dua dini hari demi memastikan pelayanan kepada nasabah berjalan lancar. Bagi Hermita, seorang pemimpin harus menjadi teladan. Ia menanamkan nilai kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian mengambil keputusan kepada setiap anggota tim.
Setelah 29 tahun berkarier di BNI, pada 2023 Hermita mendapat amanah baru sebagai Senior Executive Vice President Consumer Banking Bank Jatim. Hanya dua tahun berselang, tepatnya pada 25 Juli 2025, ia diangkat sebagai Direktur Commercial Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Posisi ini menjadi bukti perjalanan panjang dan komitmennya dalam membangun dunia perbankan nasional dengan semangat profesionalisme dan inovasi.
Bagi Hermita, keluarga adalah sekolah pertama tempat seseorang belajar tentang karakter, nilai moral, dan kesantunan. Ia tumbuh dalam keluarga yang saling mendukung, penuh kehangatan, dan menjunjung tinggi kerja keras. Prinsip yang ia pegang hingga kini—“Di mana pun berada, berikan yang terbaik” dan “Seorang leader harus menjadi role model bagi timnya”—merupakan cerminan nilai-nilai yang ia warisi dari orang tua. Sebagai istri dan ibu dari tiga anak, ia memandang keluarga sebagai sumber kekuatan dan motivasi terbesar di balik setiap pencapaiannya. Ia selalu menanamkan kepada anak-anaknya bahwa kesuksesan bukan diukur dari jabatan atau harta, melainkan dari ketulusan dalam berbuat dan kemampuan memberi manfaat bagi sesama.
Saat menempuh pendidikan di IPB, ia menemukan minat besar pada kegiatan mentoring. Setiap sesi berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan mendapatkan arahan dari para mentor menjadi momen yang paling ia nantikan. Ia selalu merasa terpacu dan terinspirasi setiap kali berinteraksi dengan sosok-sosok yang lebih berpengalaman. Pengalaman tersebut membentuk prinsip hidupnya: selalu bergaul dengan orang-orang yang lebih hebat darinya agar ia terus terpacu berkembang, memperluas wawasan, dan membangun karakter yang lebih matang. Dari proses itu, ia banyak belajar tentang kepemimpinan, kolaborasi, serta bagaimana memetakan masalah dengan jernih untuk merumuskan solusi yang realistis.
Kegemarannya berdiskusi, membangun relasi, dan mencari sudut pandang yang lebih matang menjadikannya pribadi yang reflektif sekaligus adaptif. Dari interaksi tersebut tumbuh kemampuannya dalam membaca situasi dan memetakan masalah secara objektif. Ia pun dikenal sebagai sosok yang solutif, mampu melihat akar persoalan dan merumuskan strategi yang realistis serta mudah diimplementasikan.
Selain berkarier di dunia perbankan, Hermita aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Penasihat Real Estate Indonesia (REI) Pusat (2017–2025), Wakil Ketua Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) (2018–2020), Koordinator BUMN Wilayah Sulawesi Utara (2014–2015), serta Wakil Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sulawesi Utara (2014–2015). Keterlibatannya di berbagai organisasi ini memperkuat jejaring profesional dan memperluas kontribusinya dalam pengembangan sektor keuangan dan perumahan nasional.
Dedikasi Hermita dalam bekerja membuahkan berbagai penghargaan bergengsi. Ia mencatat delapan rekor MURI berkat inovasi program yang ia rancang selama menjabat di berbagai posisi. Selain itu, ia menerima Property and Bank Inspiring Leader Award, penghargaan bagi pemimpin yang tidak hanya berprestasi tetapi juga menginspirasi melalui pendampingan tim dan kontribusi strategis bagi perusahaan. Baginya, setiap pencapaian adalah bentuk rasa syukur dan tanggung jawab. Ia selalu menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya hasil kerja keras individu, melainkan hasil kolaborasi tim dan lingkungan yang mendukung. Pengalaman selama berkuliah di IPB menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk ketekunan dan etos kerjanya hingga kini.
Hermita mengenang masa kuliah di IPB sebagai fase pembentukan karakter yang sangat berharga. Kampus memberi ruang luas untuk bereksplorasi, mencoba hal-hal baru, dan belajar dari para praktisi serta pemimpin inspiratif. Ia merasa IPB telah memberinya wawasan komprehensif, baik dalam aspek manajerial, sosial, maupun bisnis. Relasi dan pengalaman yang ia peroleh selama di IPB turut memperkaya pandangan hidup dan menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengakui, semangat belajar, rasa ingin tahu, serta keberanian berinovasi yang dimiliki hingga kini merupakan warisan intelektual dari lingkungan akademik IPB.
Hermita memiliki harapan besar agar IPB University terus menjadi pusat pendidikan unggul yang melahirkan pemimpin berintegritas dan berdaya saing global. Ia menilai IPB harus adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi era digital dan disrupsi teknologi. Selain memperkuat riset dan teknologi, IPB perlu mengembangkan ekosistem kewirausahaan kampus agar mahasiswa berani menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi.
Kepada Himpunan Alumni IPB (HA IPB), Hermita berpesan agar terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, jaringan alumni IPB yang solid dapat menjadi wadah produktif bagi pertukaran ide, pengembangan karier, dan pengabdian sosial yang berdampak luas bagi bangsa.
Hermita percaya bahwa kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi oleh doa, kerja keras, dan kemampuan membaca peluang. Ia menegaskan bahwa privilege bukan jaminan keberhasilan, melainkan tanggung jawab untuk belajar lebih keras dan menjaga sikap rendah hati. Baginya, semangat belajar harus terus dijaga, karena setiap tantangan membawa peluang baru untuk tumbuh. Ia menasihati generasi muda agar tidak takut menghadapi hal-hal baru, sebab di sanalah letak kreativitas dan kemampuan beradaptasi terbentuk.
“Tentukan target lebih dari 100%. Kalau hanya 100%, itu standar. Tapi saat kita melampauinya, di situlah kita benar-benar terlihat.”
Melalui prinsip tersebut, Hermita ingin menanamkan bahwa keberhasilan bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan sinergi bersama yang menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia percaya, ketika seseorang berani melampaui batas dirinya, ia tidak hanya mencapai prestasi, tetapi juga meninggalkan warisan nilai, karakter, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.