Helmy Afrisa Nugroho

Talenta Muda dalam Membangun Jembatan Pembiayaan Sektor Keuangan

Kisah perjalanan hidup Helmy Afrisa Nugroho, S.T.P., M.M., berawal dari lingkungan keluarga yang membentuk nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak dini. Lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dengan seorang kakak dan adik perempuan, ia tumbuh dalam suasana keluarga yang dinamis. Ayah dan ibunya merupakan sosok pekerja keras yang menanamkan etos disiplin dan dedikasi dalam bekerja. Sebagai orang tua yang sama-sama berkarier, mereka memberikan contoh nyata tentang arti tanggung jawab dan kerja tuntas. Kondisi ini membentuk karakter Helmy kecil menjadi pribadi mandiri dan tangguh. Sejak kecil, ia terbiasa mengurus dirinya sendiri karena kedua orang tuanya bekerja. Sebagai satu-satunya anak laki-laki, ia secara alami mengambil peran sebagai pelindung dan penanggung jawab bagi adik perempuannya. Dari sinilah ia belajar tentang tanggung jawab, kepemimpinan, serta kemampuan memimpin dari balik layar.

Prinsip “mandiri bukan berarti sendirian” menjadi nilai hidup yang ia pegang teguh hingga kini. Bagi Helmy, kemandirian adalah kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tanpa merepotkan orang lain, sekaligus siap menjadi tumpuan bagi orang-orang di sekitarnya. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya hingga mencapai posisi Direktur. Karakter ini diperkuat oleh latar belakang budaya yang berbeda; ayahnya berasal dari Wonogiri (Jawa), sedangkan ibunya berdarah Minang (Padang). Perpaduan dua budaya ini membentuk pandangan hidupnya yang menghargai perbedaan. Dari keluarga ayah, ia belajar tentang unggah-ungguh, tata krama, dan sikap penuh hormat, sementara dari ibunya, ia mewarisi keberanian berpendapat, kegigihan, serta semangat pantang menyerah. Kedua nilai tersebut berpadu menjadi prinsip hidup yang kokoh: kemampuan beradaptasi, berkomunikasi efektif, serta menghargai keberagaman sebagai kekuatan.

Dalam hal pendidikan, Helmy menempuh pendidikan dasar di SD PL Don Bosco (1992), kemudian melanjutkan ke SMP Domenico Savio (1995) dan SMA Kolese Loyola Semarang (1998), salah satu sekolah menengah bergengsi yang menanamkan kedisiplinan dan integritas tinggi. Selepas SMA, ia diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), menempuh studi di Departemen Teknologi Pangan dan memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.T.P) pada tahun 2003. Tidak berhenti di sana, ia kembali melanjutkan pendidikan di kampus yang sama dan meraih gelar Magister Manajemen (M.M) pada tahun 2005. Latar belakang pendidikan di IPB memberinya kombinasi kuat antara pengetahuan teknis dan kemampuan manajerial yang kelak menjadi bekal penting dalam dunia perbankan korporat. Meski tidak aktif dalam organisasi formal, ia sering terlibat dalam berbagai kepanitiaan kegiatan kampus yang mengasah kemampuannya mengelola detail dan bekerja dalam tim.

Karier profesional Helmy dimulai segera setelah menyelesaikan studi. Ia bergabung dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada Mei 2005 sebagai Relationship Manager–Commercial Banking, kemudian naik menjadi Team Leader–Commercial Banking (2008–2010). Pengalaman awal ini menumbuhkan pemahaman mendalam tentang layanan perbankan komersial dan pembiayaan korporasi. Pada Mei 2010, ia melangkah ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, tempat yang kemudian menjadi panggung utama kariernya selama hampir 15 tahun. Ia memulai sebagai Senior Manager–Commercial Risk Group, kemudian naik menjadi Assistant Vice President (2014–2016), dan selanjutnya dipercaya sebagai Vice President–Head of Mining Department. Kinerja yang unggul mengantarkannya menduduki berbagai posisi strategis di Bank Mandiri, di antaranya Head of Structured Finance and Syndication Department, Head of Electricity Department, dan Head of Energy Department.

Pada 2019, ia dipercaya memimpin sebagai Senior Vice President–Group Head of Corporate Banking 3 Group, menangani portofolio besar di sektor energi dan infrastruktur. Helmy juga memimpin Improvement Project Bank Mandiri (Januari–Maret 2025), menunjukkan kapasitasnya dalam transformasi organisasi dan peningkatan kinerja. Puncaknya, pada Maret 2025, ia resmi diangkat sebagai Direktur Corporate Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, posisi yang menandai puncak perjalanan panjangnya di dunia perbankan nasional. Kiprahnya membuahkan sejumlah prestasi bergengsi, seperti Peringkat 1 Bloomberg League Table Mandated Lead Arranger dan Bookrunner pada 2017, serta penghargaan Best Strategic Execution pada 2023 dan 2024 berkat penggarapan ekosistem nasabah prinsipal terbaik.

Helmy dikenal sebagai pribadi yang people-oriented dengan filosofi hidup “mengosongkan gelas”, yakni bersikap terbuka dalam belajar dari siapa pun tanpa membawa prasangka atau ego jabatan. Ketertarikannya pada musik sejak kecil mengajarkannya tentang harmonisasi dan kolaborasi, sementara hobi lari dan golf memberinya pelajaran tentang ketekunan, strategi, dan kontrol diri. Di balik kesuksesannya, ia percaya bahwa kepemimpinan sejati adalah kemampuan menyiapkan dan memberdayakan talenta muda. Baginya, menjadi bagian dari keluarga besar IPB adalah kebanggaan. Ia berharap IPB terus menjadi pionir dalam mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi serta mampu menyeimbangkan kecakapan digital dan moral. Bagi Helmy, kesuksesan sejati bukan sekadar jabatan, melainkan ketika seseorang mampu menjadi jembatan kokoh bagi masa depan generasi berikutnya.

Tinggalkan Komentar