Hanan A. Rozak

Dari IPB ke Senayan, Pemimpin yang Berakar pada Nilai Disiplin dan Pengabdian


Ir. Hanan A. Rozak, M.S. merupakan sosok Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang memiliki akar kuat pada nilai kedisiplinan dan pengabdian. Lahir di Bandar Lampung pada 25 Desember 1960, ia tumbuh dalam asuhan seorang ayah purnawirawan TNI-Polri yang menanamkan mentalitas tangguh, serta seorang ibu yang sangat mendukung pendidikan dan keterlibatan sosial. Masa kecilnya diwarnai dengan kesederhanaan dan kerja keras, yang kemudian membentuk rasa ingin tahu serta empati tinggi terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 02 Teladan Rawalaut (kelas 1-5) hingga lulus di SDN 19 Tanjung Karang pada tahun 1972, berlanjut ke SMPN 2 dan SMAN 2 Tanjung Karang pada jurusan IPA. Di masa sekolah menengah inilah, Hanan mulai mengasah jiwa kepemimpinannya melalui OSIS, kegiatan ekstrakurikuler, serta aktif dalam organisasi Karang Taruna di lingkungan tempat tinggalnya di Pahoman, Bandar Lampung.

Langkah besarnya dimulai pada tahun 1979 saat ia diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Di Bogor, ia tidak hanya menempa intelektualitasnya, tetapi juga aktif berorganisasi sebagai anggota HMI pada 1981 dan Sekretaris IMALOSITA (FATETA) IPB periode 1982-1983. Setelah menuntaskan studi sarjana, ia memperdalam keilmuannya dengan mengambil program S2 Ekonomi Pertanian di Universitas Padjadjaran (Unpad) hingga lulus pada tahun 1991.

Di balik sosok pemimpin yang tegas, Hanan dikenal sebagai pribadi yang sangat menjunjung tinggi nilai keluarga. Sebagai suami dan ayah, ia menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan, inspirasi, dan madrasah pertama dalam membentuk karakter. Ia memegang prinsip bahwa hidup adalah amanah yang harus dijalankan dengan niat tulus, kerja keras, serta tanggung jawab kepada Tuhan dan manusia, menjadikannya kompas moral dalam setiap langkah pengabdiannya.

Perjalanan karier Hanan di dunia pemerintahan dan jabatan publik sangatlah panjang, dimulai dari posisinya sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung serta Tenaga Fungsional di BAPPEDA Provinsi Lampung pada tahun 2008. Dedikasinya berlanjut saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung pada tahun 2009.

Ia kemudian dipercaya menjadi Asisten Bidang Ekonomi & Pembangunan di Sekretariat Daerah Provinsi Lampung dan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2010. Langkah kepemimpinan daerahnya semakin nyata saat ia menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat pada 2011, dilanjutkan menjabat Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung tahun 2012, hingga akhirnya terpilih sebagai Bupati Kabupaten Tulang Bawang periode 2012–2017. Rekam jejak eksekutif ini membawanya ke tingkat nasional sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar untuk daerah pemilihan Lampung II selama dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.

Di kancah politik partai dan organisasi, Hanan memiliki rekam jejak yang sangat lengkap. Karier politiknya diperkuat dengan jabatan Wakil Ketua Bidang Koordinasi Kajian Strategis dan SDM di DPD Golkar Provinsi Lampung sejak 2017, serta Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2019–2024. Puncaknya, pada 31 Agustus 2025, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung untuk periode 2025–2030.

Daftar panjang organisasi yang ia ikuti mencakup keanggotaan di HMI Cabang Bogor (1981), Sekretaris IMALOSITA FATETA IPB (1982), Sekretaris Satgas DPD Golkar TK II Lampung (1987), Wakil Ketua FKPPI PD VIII Provinsi Lampung (1988), Wakil Ketua DPD KNPI TK I Lampung (1990), Ketua Biro Pemuda DPD Golkar TK I Lampung (1993), Wakil Ketua DPD Golkar TK II Tulang Bawang (1997), hingga Ketua WANHAT PD VIII FKPPI Lampung (2012).

Sebagai salah satu alumni terkemuka IPB, Hanan senantiasa membawa semangat "Berilmu untuk Mengabdi" ke dalam setiap langkah kariernya. Ia memandang IPB sebagai tempat yang menempa dirinya untuk berpikir rasional, sistematis, dan bekerja dengan hati.

Di tengah tantangan modern seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan, ia memiliki harapan besar agar IPB terus menjadi motor penggerak riset yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat di pelosok negeri. Baginya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari warisan nilai dan keteladanan yang ditinggalkan bagi generasi penerus agar mereka berani bermimpi besar namun tetap berpijak pada kejujuran dan rasa cinta terhadap tanah air.

Tinggalkan Komentar