Gulam Mohamad Sharon

From Zero to Hero: Pengusaha Sukses Wujudkan Pembangunan Daerah

Lahir di Sintang pada 12 Mei 1982, Gulam Mohamad Sharon kini menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, tumbuh dalam kesederhanaan sebagai putra seorang pedagang kaki lima. Keterbatasan ekonomi masa kecil tidak memadamkan tekadnya, melainkan membentuk karakter baja yang disiplin dan pantang menyerah. Sejak bangku SMP di Sintang, Sharon sudah terbiasa bekerja serabutan dan berjualan untuk membantu orang tua sekaligus membiayai pendidikannya. Semangat belajar yang tinggi mengantarkannya menempuh studi di Universitas Tanjungpura sebelum akhirnya berhasil melanjutkan program alih jenjang Agronomi di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2002 hingga 2006.

Masa kuliah di Bogor menjadi ujian kemandirian bagi Sharon. Demi bertahan hidup, ia berjualan susu kedelai keliling kampus hingga akhirnya mampu merintis usaha perakitan komputer dan konter ponsel di kawasan Dramaga. Pengalaman jatuh bangun sebagai wirausahawan muda ini mengajarkannya bahwa keberhasilan sejati lahir dari ketekunan konsisten dan keberanian melibatkan sesama untuk tumbuh bersama. Baginya, bisnis bukan sekadar mencari laba, melainkan instrumen pemberdayaan yang harus memberikan dampak sosial nyata bagi lingkungan sekitar.

Usai merampungkan studi di IPB, Sharon memilih pulang ke kampung halaman untuk membangun ekonomi daerah. Perjalanan bisnisnya berkembang pesat, dimulai dari toko pupuk hingga mendirikan CV Agro Prima Lestari pada 2008, disusul ekspansi ke sektor SPBU melalui PT Aneka Cipta Lestari pada 2012, serta penyewaan alat berat di bawah PT Prima Inti Kapuas pada 2019. Melalui berbagai unit usaha ini, ia berhasil membuka ratusan lapangan kerja dan menggerakkan rantai pasok lokal di Kalimantan Barat. Kegigihannya dalam berinovasi juga didorong oleh hobinya menjelajah berbagai daerah, di mana ia menyerap konsep pembangunan adaptif untuk mengatasi masalah energi dan efisiensi industri di daerahnya.

Sejak di bangku sekolah, ia sudah menunjukkan jiwa kepemimpinannya: Wakil Ketua OSIS SMP (1995–1996) dan Ketua OSIS SMA (1998–1999). Kiprah itu berlanjut setelah ia terjun ke dunia bisnis. Ia dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat pada 2021 dan Ketua Bidang UMKM DPP Partai NasDem pada 2024. Di setiap peran, Sharon membawa semangat kolaboratif dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Bagi kampus dan Himpunan Alumni IPB, Sharon memiliki harapan besar. Ia ingin IPB terus menjadi pusat inovasi pertanian dan biosains kelas dunia yang berorientasi pada kemajuan rakyat. Ia bermimpi IPB dapat melahirkan lebih banyak technopreneur, wirausahawan berbasis teknologi yang mampu membangun ekosistem agribisnis 4.0 dan menjembatani ilmu eksakta dengan realitas sosial-ekonomi bangsa. “Ilmu tidak boleh berhenti di laboratorium, ia harus sampai ke sawah, pasar, dan masyarakat,” tegasnya.

Sharon selalu menekankan tiga prinsip hidup yang menjadi sumber inspirasinya. Pertama, Growth Mindset bahwa kesuksesan adalah perjalanan tanpa henti. Setiap kegagalan adalah guru terbaik, dan setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh. Kedua, kekuatan tujuan (“Why”) bahwa bisnis sejati bukan tentang keuntungan semata, melainkan tentang memberikan dampak sosial dan lingkungan. Ketiga, keberanian berinovasi bahwa pasar selalu berubah, dan hanya mereka yang berani beradaptasi yang akan bertahan. “Jangan hanya jadi yang terbaik,” katanya, “jadilah yang paling relevan dengan masa depan.”

Tinggalkan Komentar