Ghulam Halim Furqoni

Membangun Solusi Digital bagi UMKM Travel

Ghulam Halim Furqoni, alumni Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Angkatan 48, telah menunjukkan kiprah inspiratif di dunia pariwisata digital. Sebagai pendiri Travinesia, ia menghadirkan solusi inovatif bagi agen travel, terutama yang berbentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memasarkan paket wisata mereka dengan lebih luas dan efisien.

Travinesia.com merupakan marketplace yang dirancang untuk membantu agen travel dalam menjual berbagai paket wisata, baik ke destinasi populer maupun ke tempat-tempat baru yang belum banyak dikenal masyarakat. Platform ini mempermudah traveler dalam memilih dan membandingkan paket wisata berdasarkan kategori, seperti beach, mountain, city tour, adventure, culture, honeymoon, sailing, dan halal trip.

Ghulam bersama tujuh rekannya membangun Travinesia dengan misi memberikan akses pemasaran yang lebih luas bagi agen travel kecil yang umumnya hanya mengandalkan media sosial untuk promosi. Dengan hadirnya Travinesia, agen-agen ini memiliki platform yang lebih kredibel untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Salah satu tantangan dalam industri travel adalah praktik penipuan oleh agen yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi hal ini, Travinesia menerapkan sistem pembayaran berbasis jaminan, di mana traveler mendapatkan kepastian uang kembali jika agen travel gagal memenuhi komitmennya. Dana dari traveler hanya akan dicairkan kepada agen setelah konfirmasi pertemuan antara kedua belah pihak.

Selain itu, platform ini memungkinkan traveler untuk melakukan perbandingan harga dan fasilitas sebelum melakukan pemesanan, memastikan transparansi dan pengalaman wisata yang lebih memuaskan.

Sebelum terjun ke industri pariwisata digital, Ghulam juga dikenal atas kontribusinya di bidang peternakan. Saat masih menjadi mahasiswa, ia melakukan penelitian tentang pengaruh musik klasik dan murottal Al-Qur'an terhadap produksi susu sapi perah.

Dengan frekuensi suara sebesar 30 dB, penelitian ini menunjukkan bahwa sapi yang mendengarkan murottal mengalami peningkatan produksi susu secara signifikan. Selain itu, sapi menjadi lebih tenang, meskipun terjadi sedikit penurunan dalam konsumsi pakan, yang justru berkontribusi pada efisiensi pakan.

Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru bagi peternak sapi perah di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas secara alami dan efisien, yang pada akhirnya dapat membantu memenuhi kebutuhan susu nasional.

Perjalanan Ghulam Halim Furqoni menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari berbagai bidang, termasuk dari seorang lulusan peternakan yang sukses membangun bisnis berbasis digital di sektor pariwisata.

Tinggalkan Komentar