Fatah Sulaiman

Mengubah Keterbatasan: Menjadi Kekuatan Membangun Pendidikan Indonesia

Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. lahir di Serang pada 6 Oktober 1968. Terlahir sebagai putra kedua dari tujuh bersaudara di keluarga pedagang sederhana, minatnya pada ilmu pengetahuan sudah muncul sejak kecil. Ia sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca potongan koran pembungkus dagangan orang tuanya.

Dua peristiwa penting di masa kecil membentuk tekadnya: teguran keras orang tua saat ia lalai belajar, serta ucapan skeptis kerabat yang meragukan kemampuannya meraih pendidikan tinggi. Hal ini justru menjadi bahan bakar bagi Fatah untuk membuktikan diri melalui jalur akademik.

Rekam Jejak Akademik dan Internasional

Kegigihannya membuahkan hasil nyata. Dengan motivasi dan resiliensi Fatah dalam dunia pendidikan diselesaikan hingga jenjang Doktor di Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di IPB University pada tahun 2009, yang sebelumnya pada jenjang Magister dan Sarjana di Program Studi Teknik Kimia pada tahun 2002 dan Teknik Gas Petrokimia pada tahun 1994 di Universitas Indonesia. Tidak hanya pendidikan formal, Fatah juga pernah mengikuti short course dengan topik aplikasi teknologi multimedia di University of Surrey, London (2007), Higher Education & IT Management di University Duisburg-Essen, Jerman (2017), dan The AUNQA Training Course for Accomplishing Programme Assesment, Tier-1 (2019).

Dedikasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Melalui pendidikan tinggi, Fatah memiliki perjalanan karier yang panjang dan penuh cerita, baik di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan tempat lainnya. Di lingkungan internal Untirta, Fatah mengawali karier di Untirta sebagai Koordinator Laboratorium Operasi Teknik Kimia (1996), berlanjut sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Kimia (1998−2001), Wakil Ketua Program D-1 Teknisi Industri Kimia (1998−2018), Ketua Jurusan Teknik Kimia (2001−2003), Pembantu Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik (2003−2007), Kepala UPT. Pusat Data dan Informasi (2008−2012), Ketua Senat Akademik Untirta (2016−2019), Ketua Tim Pembenahan Lahan Kampus Sindangsari (2011−2013), Ketua Tim Penyusun Proposal Pengembangan Kampus Baru Untirta Sindangsari (2013−2015), Wakil Direktur PIU IDB Loan Project-Untirta Development (2016−2019), Direktur PIU IsDB-Untirta Project (2019−2021), Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan & Sistem Informasi (2011−2015), Wakil Rektor Bidang Akademik (2015−2019), dan Rektor Untirta (2019−2023 dan 2027−2029).

Filosofi Hidup: Resiliensi dan Keyakinan

Perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan ekonomi yang menguji mental. Saat hampir menyerah karena kekurangan biaya di masa kuliah, nasihat singkat ayahnya tentang anak ayam yang bisa bertahan hidup memberinya kekuatan untuk kembali berjuang. Terbukti, tak lama kemudian ia mendapatkan jalan melalui pekerjaan mengajar les yang hasilnya melampaui kebutuhannya.

Pengalaman serupa terjadi saat menempuh S3 di IPB. Di tengah kebutuhan mendesak untuk operasi putrinya, Destriana, ia mendapatkan hibah penelitian dari IPB University yang akhirnya membantu membiayai tindakan medis tersebut.

Kontribusi Luar Kampus dan Pengaruh IPB

Pengalaman organisasi eksternal Fatah memberikan rekam jejak yang baik di berbagai institusi atau lembaga masyarakat dan umum di antaranya, aktif sebagai Sekjen Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Provinsi Banten, Pengurus dan Dewan Pembina NU Provinsi Banten, Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Wilayah Barat, Sekretaris Tim Ketahanan Pangan Nasional Kemendikbudristek RI, Anggota Tim Pengkaji dan Perumus UU Pokok-Pokok Ekonomi Pancasila dan lain sebagainya.

Bagi Fatah, IPB University bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan kawah candradimuka yang mengajarkan integritas, profesionalisme, dan keberlanjutan. Ekosistem akademik dan nilai-nilai di IPB inilah yang kini ia adaptasi dan terapkan untuk membangun Untirta menjadi institusi yang berdampak bagi masyarakat dan negara.

Tinggalkan Komentar