Fadjry Djufry

Birokrat Pendongkrak Transformasi Pertanian untuk Indonesia Maju

Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., GRCE, merupakan tokoh sentral dalam peta jalan pertanian Indonesia yang memberikan kontribusi besar melalui integrasi ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebijakan strategis. Lahir di Makassar pada 14 Maret 1969, ia dikenal luas sebagai akademisi sekaligus birokrat yang konsisten mengawal modernisasi sistem pertanian nasional agar lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Universitas Hasanuddin (lulus 1993) hingga meraih gelar Doktor bidang Agroklimatologi di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2005. Dedikasinya di dunia pendidikan membuahkan pengakuan sebagai Alumni Berprestasi Unhas serta Alumni Terbaik Program S-3 IPB, yang menjadi fondasi kuat bagi kiprah profesionalnya di lingkup pemerintahan.

Karier birokrasi Fadjry dimulai dari posisi teknis sebagai peneliti hingga menduduki berbagai jabatan strategis di Kementerian Pertanian. Ia pernah memimpin Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Papua (2008–2011) dan Sulawesi Selatan (2012–2015), sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (2015–2019).

Puncak kepemimpinannya di bidang riset terjadi saat ia menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) periode 2019–2022, di mana ia melakukan reformasi besar dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Keberhasilannya meluncurkan varietas unggul baru dan teknologi adaptif membawanya menjabat sebagai Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) hingga 2025, dan saat ini ia mengemban amanah sebagai Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Selain di kementerian, Fadjry memegang peran krusial sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG sejak 2021 dan dipercaya sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Pengalaman lintas sektoral ini menjadikannya figur strategis dalam menyelaraskan kebijakan pangan nasional dengan pembangunan daerah yang berbasis inovasi.

Sebagai ilmuwan yang produktif, ia telah menerbitkan lebih dari 140 karya ilmiah dan memiliki 14 paten, termasuk inovasi biodiesel dua tahap serta produk antivirus berbasis eucalyptus yang sangat relevan saat masa pandemi Covid-19. Kontribusinya dalam pelepasan 25 varietas unggul baru tanaman telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas petani di berbagai pelosok Indonesia.

Atas segala pencapaiannya, Fadjry menerima berbagai penghargaan bergengsi, seperti Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2024), Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian (2023), serta Anugerah HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM. Di ranah organisasi, ia aktif memimpin Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) dan menjadi anggota Dewan Ahli JIRCAS di Jepang, yang menegaskan pengaruhnya di level internasional.

Sebagai pendidik, ia tetap meluangkan waktu mengajar di IPB University, Unhas, serta beberapa universitas lainnya untuk mencetak generasi muda yang unggul. Dengan prinsip kesederhanaan dan disiplin, Prof. Fadjry Djufry terus berkomitmen memperkuat kedaulatan pangan melalui sinergi antara teknologi digital, riset mendalam, dan pemberdayaan sumber daya manusia menuju pertanian maju yang mandiri.

Tinggalkan Komentar