Melangkah dengan Ilmu dan Nilai Kebangsaan, Mengabdi dengan Hati
Dr. H. Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc., atau yang akrab disapa Ibas atau EBY, lahir di Bandung pada 24 November 1980 sebagai putra kedua dari pasangan perwira menengah TNI AD, Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herrawati. Sebagai bagian dari keluarga besar FKPPI, masa kecilnya penuh dinamika karena kerap mengikuti penugasan sang ayah ke berbagai wilayah seperti Jakarta, Bandung, Timor Leste, hingga Amerika Serikat. Kehidupan sebagai anak "kolong" tentara menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesederhanaan sejak dini. Tantangan berpindah-pindah sekolah dan lingkungan baru justru membentuk karakter yang tangguh, fleksibel, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa. Pengalaman masa kecil inilah yang kelak menjadi fondasi kuat dalam seluruh kiprah pendidikan, organisasi, dan karier politiknya di masa depan.
Pendidikan bagi Ibas merupakan senjata utama dalam memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia menempuh pendidikan dasar di SD KWK Cijantung dan SDN Merdeka 5 Bandung, dilanjutkan ke SMPN 20 Jakarta dan SMUN 39 Cijantung. Selepas SMA, ia meraih gelar Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce dari Curtin University, Perth, Australia, yang membuka cakrawalanya mengenai ekonomi digital. Semangat belajarnya berlanjut di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, di mana ia meraih gelar M.Sc. dalam International Political Economy dengan tesis berjudul "Revitalization of Indonesia’s Economy". Puncak perjalanan akademiknya diraih di Sekolah Pascasarjana Manajemen Bisnis IPB University melalui gelar Doktor dengan disertasi inovatif mengenai strategi pembiayaan dan investasi untuk pengembangan pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat.
Karier politik Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono dimulai saat bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dengan raihan 327.097 suara, yang merupakan perolehan suara terbanyak nasional. Atas pencapaian tersebut, ia menerima Anugerah Mapilu-PWI dan ditempatkan di Komisi I yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, dan Intelijen. Dedikasinya berlanjut pada periode 2014–2019 sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat dan Anggota Komisi X yang fokus pada pendidikan serta pariwisata. Pada periode 2019–2024, ia mengemban tugas di Komisi VI dan menjabat Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI. Kini, untuk periode 2024–2029, ia memegang tanggung jawab besar sebagai Wakil Ketua MPR RI Bidang Koordinasi Badan Pengkajian, sembari tetap menjabat Ketua Fraksi dan Anggota Komisi XII yang membidangi lingkungan hidup, investasi, dan energi.
Di tengah dinamika politik, keluarga tetap menjadi pusat kehidupan bagi Ibas. Bersama sang istri, Siti Rubi Aliya Rajasa, ia dikaruniai empat anak: Airlangga Satriadhi, Pancasakti Maharajasa, Gayatri Idalia, dan Alisha Prameswari. Baginya, keluarga adalah sumber energi dan ruang pertama untuk menghidupkan Empat Pilar Kebangsaan serta prinsip "Urip iku urup" yang berarti hidup harus menyala membawa kemajuan. Sisi personalnya juga diwarnai dengan hobi di bidang seni, olahraga, dan musik. Ia pernah merilis album "Dendang, Melodi & Terang Memori" serta menjabat sebagai Eksekutif Produser film "Gak Nyangka..!!" yang tayang di bioskop pada tahun 2025. Bagi EBY, keterlibatan dalam dunia kreatif adalah bentuk dukungan nyata terhadap industri hiburan nasional dan sarana menjaga keseimbangan jasmani serta rohani.
Jejak organisasi Ibas sangat luas, dimulai dari Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam hingga posisi strategis di FKPPI sebagai Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan. Di dunia usaha, ia aktif di KADIN Indonesia, mulai dari jabatan Wakil Ketua Umum hingga kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN (2025). Serangkaian penghargaan bergengsi pun telah ia raih, seperti Legislator Teraspiratif (2021) dan Parliamentarian of The Year (2023), serta pencatatan Rekor MURI melalui kegiatan budaya dan turnamen catur terbesar di Indonesia. Sebagai alumni IPB University, ia selalu menekankan pentingnya ilmu yang aplikatif dan kolaboratif. Pesannya bagi generasi muda sangat jelas: tidak ada yang tidak mungkin selama mau bekerja keras, menjaga integritas, dan mengabdi untuk kemajuan bangsa dengan hati yang tulus.