Dradjad Hari Wibowo

Kerja Keras Menjalani Dunia Professional dan Politik

Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec., Ph.D., lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964 sebagai putra sulung yang tumbuh dalam lingkungan keluarga pendidik dan wirausaha. Masa kecilnya di Surabaya membentuk karakter yang peduli pada rakyat kecil melalui kebiasaan berinteraksi dengan pedagang pasar dan tukang becak, serta kedekatan dengan alam yang menjadi cikal bakal minatnya pada pembangunan berkelanjutan.

Didikan keras dari ayahnya melatih kemandirian Dradjad sejak SD, di mana ia telah membantu mengelola peternakan ayam keluarga hingga mampu menjadi "manajer" operasional saat duduk di bangku SMP. Landasan moral dan spiritualnya juga tertanam kuat melalui pendidikan di masjid Muhammadiyah Al Azhar Surabaya, yang mengajarkannya prinsip kejujuran, disiplin rezeki halal, serta kemandirian finansial untuk menghindari hutang.

Secara akademis, Dradjad merupakan lulusan terbaik Fakultas Pertanian IPB Angkatan 19 pada tahun 1987. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master dan Doktor di University of Queensland, Australia, melalui beasiswa penuh. Selama masa studi di luar negeri, ia dan istrinya, Kirsfianti Linda Ginoga, menjalani hidup prihatin dengan bekerja sambilan sebagai pembersih hingga pelayan restoran demi menghidupi keluarga. Perjalanan kariernya mencerminkan sosok multidimensi yang bergerak di dua dunia, yakni profesional-akademis dan politik.

Di ranah profesional, ia dikenal sebagai ekonom senior INDEF, dosen di Perbanas Institute, serta pakar pembangunan berkelanjutan yang memimpin berbagai organisasi internasional seperti FIHRRST dan PEFC. Pengalaman strategisnya mencakup jabatan Komisaris BNI, Tim Ahli Menko Pangan, hingga kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak Juli 2025.

Dalam kancah politik, Dradjad merupakan tokoh senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2004–2009 di Komisi XI, Wakil Ketua Umum, hingga Ketua Dewan Pakar. Ia juga memainkan peran krusial dalam berbagai tim pemenangan nasional, termasuk sebagai Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran pada 2024.

Meskipun memiliki pengaruh besar, ia tetap memegang teguh prinsip kepemimpinan yang berlandaskan kemanfaatan bagi sesama dan alam sesuai filosofi “Urip iku urup”. Sebagai alumni IPB, ia kini gencar menyuarakan revolusi inovasi pangan untuk menekan ketergantungan impor nasional, sembari tetap menekankan bahwa ketakwaan dan ketawakalan adalah fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan penyelesaian hambatan hidup.

Tinggalkan Komentar