Menenun Asa dari Klinik Satwa hingga Sepak Bola
Memegang teguh prinsip bahwa hidup adalah untuk berbagi dan memberikan dampak positif pada banyak orang, Dodi Irwan Suparno telah mengukir perjalanan karier, kewirausahaan, serta dedikasi sosial yang luas, baik di industri kesehatan dan perawatan hewan maupun di dunia pembinaan olahraga di Indonesia. Fondasi keahlian akademisnya dibentuk di Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menimba ilmu pada program studi Ilmu Kedokteran Hewan hingga meraih gelar dokter hewan dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2006. Pembentukan latar belakang pendidikan yang solid ini menjadi pijakan utama bagi Dodi Irwan Suparno dalam mengembangkan kapabilitas profesionalnya, yang didukung oleh spektrum keahlian luas mencakup Business Management, Marketing Business-to-Business (B2B), Marketing Strategy, Business Development, Product Management, Business Communications, New Business Development, Business Strategy, Business Analysis, Business Planning, hingga penguatan Small Business.
Awal perjalanan profesional Dodi Irwan Suparno ditempuh dengan menjelajahi berbagai lini industri yang memperkaya wawasan operasional dan strategisnya. Pada Mei 2006 hingga Januari 2008, ia memulai kiprahnya di industri peternakan dengan memegang peran di bidang Animal Health pada PT Charoen Pokphand Jaya Farm untuk area Medan dan sekitarnya. Setelah itu, ia memperluas pengalaman di bidang FMCG dengan menjabat sebagai Brand Manager di PT. Heinz ABC untuk area DKI Jakarta sejak Mei 2008 hingga Januari 2010. Langkah kepemimpinannya di bidang pelayanan kesehatan hewan semakin terasah ketika ia dipercaya menjadi General Manager di PT. G&H Indonesia yang mengelola klinik hewan Zen Pet Clinic di area DKI Jakarta dari Januari 2010 hingga November 2013.
Berbekal rekam jejak yang matang di ranah korporasi dan pelayanan kesehatan hewan, Dodi Irwan Suparno melangkah ke dunia kewirausahaan dengan mendirikan PT. Tri Daya Varuna pada Februari 2014. Bertindak sebagai Founder, ia mengarahkan perusahaan ini fokus bergerak sebagai distributor obat hewan dan alat kesehatan hewan di Indonesia, sebuah kiprah kewirausahaan yang terus berjalan dinamis hingga saat ini. Keberhasilan dalam membangun rantai distribusi tersebut mendorong lahirnya inovasi yang lebih besar di bidang hewan kesayangan (Pet Business).
Pada Agustus 2019, Dodi Irwan Suparno mengukuhkan perannya sebagai Founder & CEO PT. Satwa Bahagia Indonesia di area DKI Jakarta. Perusahaan ini didirikan sebagai Holding Company yang mengoperasionalkan langsung usaha layanan kesehatan hewan melalui jaringan outlet berbrand Satwagia, sekaligus menaungi seluruh lini bisnis yang membangun usaha hewan kesayangan secara terintegrasi (Integrated Pet Business), mulai dari produsen obat dan pakan hewan, distributor obat dan alat kesehatan hewan, hingga jaringan pelayanan kesehatan hewan. Sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem terintegrasi tersebut, PT. Satwa Bahagia Indonesia menaungi dua anak perusahaan utama. Anak perusahaan pertama adalah PT. Tri Daya Varuna yang berperan mendistribusikan obat dan alat kesehatan hewan, serta anak perusahaan kedua yaitu PT. Tunas Daya Vetama yang berbasis di Kota Bogor, Jawa Barat, didirikan pada Mei 2020 dengan Dodi Irwan Suparno bertindak sebagai Founder & Commissioner yang memegang peran strategis sebagai perusahaan produsen obat hewan.
Di samping keberhasilannya di industri pet business, pengusaha asal Bogor ini juga menaruh perhatian besar pada dunia olahraga dan pembinaan sepak bola. Kiprahnya di dunia sepak bola telah dimulai sejak Maret 2020 ketika ia menjabat sebagai Owner sekaligus Ketua Akademi Persib Bandung di Kota Bogor, sebuah langkah nyata dalam membina sepak bola usia dini. Komitmennya dalam mengelola klub semakin menguat saat Drh. Dodi Irwan Suparno menjadi nakhoda utama sekaligus CEO dari Pakuan City FC, klub lokal asal Kota Bogor berjuluk Kijang Siliwangi yang awalnya berkompetisi di Liga 3 Jawa Barat sebelum terjadinya restrukturisasi kompetisi amatir menjadi Liga 4 Jawa Barat.
Visi dan dedikasi Dodi Irwan Suparno di ranah sepak bola tidak berhenti di tingkat lokal. Melalui Pakuan Football Enterprise, ia melakukan terobosan internasional dengan resmi mengakuisisi klub kasta kedua Liga Portugal, Estrela da Amadora, pada Mei 2022. Salah satu misi utama dari akuisisi klub Portugal ini adalah untuk membuka jalan, baik melalui jalur pembinaan maupun karier, bagi talenta muda dan pemain Timnas Indonesia agar bisa merasakan atmosfer sepak bola Eropa. Seluruh rekam jejak ini menegaskan komitmen Dodi Irwan Suparno untuk terus menebar dampak positif dan membuka peluang bagi banyak orang melalui berbagai lini usaha dan pengabdian yang ia jalankan.