Diyantini Soesilowati

Srikandi Pemimpin Negeri: Ciptakan Integritas dan Harmoni

Di balik ketegasan strategi di ruang rapat besar BUMN, Ir. Diyantini Soesilowati, M.M., muncul sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan hati dan integritas. Sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT TASPEN (Persero) sekaligus salah satu dari Top 100 Alumni IPB Prominent 2025, perjalanan hidupnya bukanlah sebuah garis lurus yang dirancang instan. Akar ketangguhannya tumbuh di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, sebagai anak kedua dari enam bersaudara perempuan dalam keluarga pegawai negeri yang disiplin. Dari sang ibu, ia menyerap nilai kemandirian bagi perempuan, sementara dari sang ayah, ia meneladani kepemimpinan sejati yang mampu mengharmonikan antara rasa hormat dan cinta dari para bawahan.

Langkah profesionalnya dimulai setelah ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan di Tarakanita I dan berlanjut ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Cita-cita masa mudanya untuk menjadi bankir ia kejar dengan ketekunan luar biasa hingga akhirnya berhasil meniti karier di Bank Dagang Negara (BDN). Selama lebih dari 32 tahun, ia berkiprah di empat bank pemerintah, termasuk saat BDN bertransformasi menjadi Bank Mandiri. Dedikasi dan integritas yang ia tanamkan dalam setiap langkah membuahkan pengakuan bergengsi berupa Best Employee Award di Bank Mandiri pada tahun 2013, sebuah bukti nyata atas kompetensi dan loyalitasnya yang tidak tergoyahkan.

Memasuki babak baru pada tahun 2021, Diyantini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko di PT TASPEN (Persero). Transisi dari sektor perbankan ke korporasi BUMN yang mengelola asuransi sosial dan dana pensiun ASN tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Namun, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi, ia berhasil membawa pendekatan unik yang menggabungkan rasionalitas profesional dengan intuisi keibuan yang penuh empati. Baginya, setiap keputusan harus berpegang teguh pada ketentuan yang berlaku, namun sisi humanis tetap menjadi penyeimbang yang krusial dalam memimpin sebuah institusi publik yang besar.

Keberhasilannya di puncak karier tidak membuat Diyantini berhenti belajar, karena baginya continuous learning adalah kunci bagi pemimpin di era modern. Sambil bekerja, ia menyelesaikan Magister Manajemen Agribisnis (MMA) di IPB serta aktif memperluas wawasan global melalui berbagai pelatihan bergengsi. Mulai dari pelatihan di Amsterdam pada 2003, NYU Stern Business School pada 2021, Blue Ocean Strategy oleh INSEAD pada 2024, hingga sertifikasi Profesional Utama GRC (GRCE) oleh BNSP pada 2025. Komitmen terhadap pengembangan diri ini pun berbuah manis bagi perusahaan, di mana di bawah kepemimpinannya, TASPEN berhasil meraih predikat Most Trusted Company dalam Good Corporate Governance Award 2024.

Di tengah padatnya jadwal mengelola risiko korporasi, keluarga tetap menjadi fondasi dan sumber energi utama bagi seorang Diyantini. Ia sangat menghargai pengorbanan keluarganya yang telah memberikan dukungan penuh agar ia bisa terus berkarya bagi negeri. Baginya, nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan ketangguhan yang ia peroleh dari IPB sebagai "kampus rakyat" adalah kompas yang tak pernah luntur.

Dengan dedikasi untuk menyejahterakan jutaan aparatur sipil negara di seluruh Indonesia, ia berpesan kepada para Srikandi muda agar tidak pernah menyerah dan selalu menanam kebaikan, karena harmoni antara ketegasan dan kasih sayang adalah kunci untuk menginspirasi negeri.

Tinggalkan Komentar