Diyan Yari

Membangun Komunikasi Dedikasi dalam Teknologi

Diyan Yari, M.S. merupakan seorang profesional komunikasi yang memiliki rekam jejak panjang dan dinamis dalam membentuk narasi publik serta mengelola ekosistem media. Dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang Public Relations (PR), ia telah mendedikasikan keahliannya untuk mengatur bagaimana informasi disajikan kepada khalayak luas. Kini, transisi kariernya menandai sebuah evolusi yang sangat alami dalam hubungan mendalamnya dengan bahasa. Jika sebelumnya fokus utamanya dalam dunia PR adalah membentuk narasi yang ditargetkan untuk audiens manusia, saat ini Diyan menerapkan prinsip disiplin yang sama—yakni akurasi, kejelasan, serta keselarasan audiens—namun untuk mengevaluasi dan mengembangkan sistem Kecerdasan Buatan (AI). Perjalanan akademis dan profesionalnya mencerminkan kombinasi langka antara pemahaman mendalam tentang komunikasi humanis, kepedulian terhadap isu sosial, dan adaptasi terhadap teknologi mutakhir.

Langkah awal karier profesional Diyan dimulai di almamaternya, Bogor Agricultural University (IPB), di mana ia menjabat dalam dua peran krusial dari Desember 2003 hingga Agustus 2005. Sebagai seorang Communications Officer selama satu tahun sembilan bulan, ia bertanggung jawab menerjemahkan hasil riset ilmiah pertanian yang kompleks menjadi artikel populer yang siap dipublikasikan di media lokal dan nasional, sekaligus membangun hubungan erat dengan pemerintah daerah serta mitra media. Bersamaan dengan itu, selama satu tahun delapan bulan, ia juga bertindak sebagai Public Relations Officer yang bertugas menulis rilis pers, mengisi konten untuk buletin dan situs web IPB, mengorganisasi berbagai acara, mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR), serta membangun jaringan komunikasi yang efektif dengan media, pemerintah, dan ikatan alumni. Pengalaman di bidang jurnalisme Diyan semakin terasah ketika ia menjalani program magang sebagai Intern Reporter di Reuters News Agency, Jakarta, dari Maret hingga November 2006. Selama sembilan bulan tersebut, ia aktif melakukan wawancara, menerjemahkan kutipan berita, menulis laporan berita, menyusun agenda harian peristiwa di Indonesia untuk referensi editorial, memperbarui basis data kontak, serta mengatur pertemuan Kepala Biro hingga reservasi perjalanan para jurnalis. Dedikasinya di Reuters juga membuahkan sejumlah karya penerbitan penting pada tahun 2006, seperti artikel berjudul "Hotspots drop in Indonesia but some haze lingers" dan "Borneo Rainforests Are a Treasure Trove of Rare Species" pada bulan Maret, serta "Human-to-human bird flu infection feared" pada bulan Mei.

Jiwa kewirausahaan dan kepeduliannya pada pendidikan mendorong Diyan untuk mendirikan Eureka English Course di Kota Tegal, Jawa Tengah, di mana ia bertindak sebagai Founder dari Februari 2009 hingga Jul 2011. Selama dua setengah tahun, ia membangun perusahaan ini dari nol, merumuskan strategi merek, mengelola karyawan, hingga menyusun laporan penjualan bulanan dan tahunan. Keahlian komunikasinya kemudian membawanya bergabung dengan tim program @america bersama Prisma Public Relations Agency dari Agustus 2011 hingga Juli 2013. Selama dua tahun tersebut, Diyan berfokus menyusun strategi komunikasi yang efektif untuk Pusat Kebudayaan Amerika ini, mengelola berbagai acara dan pertunjukan budaya demi memastikan citra merek yang positif, sekaligus membangun hubungan berharga dengan mitra dan komunitas untuk meningkatkan dialog budaya serta keterlibatan masyarakat. Langkah kariernya berlanjut ke industri ritel dan olahraga bersama LEAGUE SHOES SINGAPORE sebagai Marketing Communication Officer dari Agustus 2013 hingga Maret 2015. Selama satu tahun delapan bulan di posisi ini, ia berkontribusi pada upaya komunikasi pemasaran dengan mengembangkan materi promosi, mengorganisasi acara yang berdampak besar, bekerja sama erat dengan duta merek (brand ambassador) untuk memastikan efektivitas kampanye, menjaga hubungan kuat dengan media melalui rilis pers dan wawancara, serta melakukan proofreading pada semua konten tertulis demi menjaga standar kualitas merek.

Kemampuan Diyan dalam mengelola komunikasi strategis juga menyentuh sektor keberlanjutan dan tanggung jawab sosial ketika ia bergabung dengan Alliance One di Surabaya, Jawa Timur, sebagai Agricultural Labor Practices (ALP) Executive Manager dari April 2015 hingga Maret 2017. Selama dua tahun penuh, ia berfokus mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dengan menganalisis data terkait pekerja anak dan keselamatan petani. Kemampuannya menyampaikan temuan kompleks secara efektif kepada para pemangku kepentingan non-teknis sangat mendukung komitmen organisasi terhadap tanggung jawab sosial dan kepatuhan praktik ketenagakerjaan, yang pada akhirnya berkontribusi menciptakan kondisi kerja yang lebih aman di wilayah penghasil tembakau. Memasuki pertengahan 2017, Diyan memegang peran ganda yang sangat strategis di dua entitas yang saling berkaitan dari Juni 2017 hingga Februari 2018. Sebagai Marketing Communications Manager di E&U, sebuah merek anak perusahaan dari ETHOSpace, ia memainkan peran penting dalam membangun merek tersebut dari awal, mengembangkan DNA merek dan strategi go-to-market, membuat materi pelatihan untuk tim penjualan, menerapkan proses onboarding bagi karyawan baru, serta merancang strategi komunikasi pemasaran yang secara signifikan meningkatkan kesadaran merek dan memupuk kemitraan bisnis yang berharga. Di saat yang sama, ia juga menjabat sebagai Communications Manager di kantor pusat ETHOSpace (perusahaan desain interior asal Singapura), di mana ia bertugas mengembangkan strategi komunikasi, inisiatif go-to-market, membangun dan mengelola kemitraan bisnis, serta mempertahankan sekaligus mengoptimalkan basis data CRM perusahaan.

Kariernya di industri manajemen merek dan komunikasi korporat semakin diperkuat ketika ia bergabung dengan H.I.S. International Tours Inc. di Jakarta sebagai Communications Manager dari April 2018 hingga Maret 2021. Selama tiga tahun memimpin tim komunikasi yang dinamis ini, Diyan berfokus pada konsistensi merek dan hubungan media, berhasil membangun kampanye pemasaran email berbasis otomatisasi, serta memelihara kemitraan dengan korporasi berpengaruh untuk mendorong partisipasi dalam inisiatif CSR perusahaan yang bertajuk "Sayonara Kantong Plastic", yang secara nyata memperkuat kehadiran merek H.I.S. di industri pariwisata. Memasuki era perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan yang masif, Diyan membawa keahlian komunikasinya ke level global baru. Dari Agustus 2024 hingga Juni 2025, ia dipercaya menjadi AI Trainer - Agriculture Expert di Outlier, Amerika Serikat. Selama sebelas bulan, ia bertugas menulis skrip pelatihan dengan kendala yang kompleks serta memberikan umpan balik mendetail pada keluaran AI untuk membantu model belajar dari respons yang benar maupun salah melalui penilaian faktualitas, kelengkapan, keringkasan, dan ketepatan tata bahasa. Keahliannya dalam optimasi AI berbahasa lokal semakin diperluas saat ia bekerja sebagai Data Annotator Indonesian Language for Meta Platforms, Inc di bawah naungan TEKsystems, Amerika Serikat, dari Februari 2025 hingga April 2026. Dalam peran selama satu tahun tiga bulan ini, Diyan menulis dan menulis ulang konten bahasa Indonesia format pendek pada berbagai topik untuk memastikan bahasa yang dihasilkan terasa alami, komunikatif, dan relevan secara budaya bagi audiens lokal. Ia juga meninjau akurasi faktual, tata bahasa, nada, gaya, dan format demi memastikan keluaran berkualitas tinggi, mengannotasi sekitar 200 hingga 300 baris interaksi AI per minggu untuk membandingkan dan menilai respons berdasarkan kualitas serta relevansinya, serta terlibat aktif dalam tinjauan keselamatan termasuk red teaming dan mitigasi risiko budaya guna mengidentifikasi keluaran yang berpotensi berbahaya atau sensitif.

Latar belakang pendidikan Diyan Yari menjadi fondasi kokoh bagi seluruh pencapaian profesionalnya. Ia meraih gelar Sarjana (S1) dalam bidang Agricultural and Horticultural Plant Breeding dari Bogor Agricultural University (IPB) dengan masa studi tahun 1999 hingga 2005. Semasa kuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi mahasiswa, antara lain di Majalah Mahasiswa 'Gema Almamater IPB', Departemen Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor, serta Departemen Sumber Daya Manusia Forum Kerjasama dan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK Himagri). Haus akan ilmu komunikasi, ia melanjutkan studinya ke London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dan berhasil meraih gelar Magister Sains (M.S.) dalam bidang Marketing Communication dengan raihan IPK 3.34 pada periode 2011 hingga 2012. Gelar magisternya ini juga diakui dari LSPR Institute of Communication and Business dalam bidang Marketing Communications, serta London School of Public Relations dalam bidang Communication and Media Studies. Di LSPR, Diyan mencatatkan prestasi akademik penting melalui tesisnya yang berjudul "Transferring American Values through Educational Exchange Programs: the Perspective and Experience of American-Educated Indonesians in Indonesian Context and Beyond" pada Desember 2012. Tesis tersebut kemudian dipresentasikan dan diterbitkan dalam prosiding konferensi internasional bergengsi, the 4th International Communications Research Conference "Culture, Conflict, and Communication" pada 14 Juni 2013 di Kampus LSPR Jakarta.

Selain rekam jejak karier dan akademis yang cemerlang, Diyan juga memiliki berbagai pengakuan profesional dan keterlibatan aktif dalam komunitas. Pada bulan April 2009, ia dianugerahi gelar kehormatan berupa beasiswa Community College Summit Initiative Program Scholarship dari American Indonesian Education Exchange Foundation (AMINEF). Keahlian profesionalnya diakui secara resmi melalui sertifikasi sebagai Indonesia Accredited Public Relations yang dikeluarkan oleh PERHUMAS. Komitmennya terhadap perkembangan dunia kehumasan di tanah air dibuktikan dengan keanggotaan aktifnya dalam organisasi profesi Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas Indonesia) yang diikutinya sejak Januari 2017 hingga sekarang. Menguasai dua bahasa secara aktif, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, Diyan Yari terus mengintegrasikan ilmu komunikasi tradisional dengan teknologi masa depan, menjadikannya seorang profesional yang adaptif dan berpengaruh di bidangnya.

Tinggalkan Komentar