Didit Herdiawan Ashaf

Laksamana Purnawirawan di Pusaran Kebijakan Maritim Indonesia

 

Laksamana Madya TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A. adalah sosok yang dikenal luas di Indonesia. Pria kelahiran Surabaya, 13 September 1961 ini merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Usai pensiun dari militer, ia menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Matra Laut dari 2019 hingga 2024. Dalam peran ini, ia memberikan masukan strategis terkait kelautan dan pertahanan maritim.

Pada 2024, Didit Herdiawan dipercaya menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pengalaman panjangnya di bidang pertahanan laut menjadi modal penting untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional.

Didit Herdiawan merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-29 tahun 1984. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kasum TNI. Pada tahun 2004 sampai 2009, saat masih berpangkat Kolonel, ia pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

 

Perwira Tinggi bintang tiga ini juga merupakan lulusan Lemhannas RI (PPSA) angkatan-17 tahun 2011, dan memiliki gelar akademis pada Master of Bussines S2-nya pada tahun 1990. Berbagai jabatan strategis telah dilewati oleh Didit Herdiawan, antara lain Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Barat tahun 2009, Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat tahun 2010, Panglima Komando Lintas Laut Militer tahun 2010, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat tahun 2011, Asisten Operasi Kasal tahun 2012.

 

Didit Herdiawan, menyelesaikan program Doktoralnya pada Bidang Manajemen dan Bisnis Program Pascasarjana IPB University dengan disertasi berjudul “Industri Maritim dan Peranannya terhadap Distribusi Pangan di Wilayah Terpencil dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Pangan Nasional.

 

Disertasi ini disusun dengan latar belakang adanya fenomena ketimpangan pangan di Indonesia antara daerah yang memiliki kerawanan pangan yang tinggi dengan daerah yang memiliki surplus pangan. Didit selaku petinggi negara yang sekaligus akademisi di IPB University ini pada akhirnya menekankan bagaimana upaya yang harus dilakukan guna mencapai ketahanan pangan nasional.(*)

 

Pendidikan Umum

 Master of Public Administration (S2)

 Master of Business Administration (S2)

 S3 Institut Pertanian Bogor

 

Pendididkan Militer

 

Akademi Angkatan Laut/AAL (1984)

Diklapa II/Koum Angkatan 8 (1994)

Joint Service Command and Staff College, King’s College University, UK(1998)

Planning of War Officer Course, Italy (2002)

Sesko TNI Angkatan 30 (2003)

 Lemhannas RI (PPSA) Angkatan 17 (2011)

 

Penghargaan

Tanda Jasa

1. Bintang Dharma
2. Bintang Yudha Dharma Pratama
3. Bintang Jalasena Pratama
4. Bintang Yudha Dharma Nararya
5. Bintang Jalasena Nararya
6. Satyalancana G.O.M VII
7. Satyalancana Dwidya Sistha (Ulangan Kedua)
8. Satyalancana Seroja (Timor-Timor)
9. Satyalancana Dharma Nusa (Ulangan Kedua)
10. Satyalancana Wira Karya (Ulangan Pertama)

11. Satyalancana Wira Siaga
12. Satyalancana Wira Nusa
13. Satyalancana Wira Dharma
14. Satyalancana Dharma Samudera 15. Satyalancana Kebhaktian Sosial 16. Satyalancana Wiratama
17. Satyalancana Melati-Gerakan Pramuka 18. Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
19. Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
20. Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
21. Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun

Penghargaan

1. Special Warfare insignia (U.S. Navy)
2. Brevet Hiu Kencana
3. Basic Parachutist Badge (Royal Thai Army)
4. Brevet Principal Warfare Officer (PWO)
5. Pin Alumni Sesko TNI
6. Pin Alumni Lemhannas
7. Lencana Jabatan Mantan Komandan KRI

Tinggalkan Komentar