Deddy Fachruddin Kurniawan

Fokus Pelajari Semua Hal Terkait Sapi Perah

 

Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University. Angkatan 33

 

Menempuh pendidikan kedokteran hewan dan kesenangannya akan dunia ternak sapi membuat Deddy Fachruddin Kurniawan bertekad untuk bekerja di bidang peternakan sapi perah.

 

Pada 2002, keinginan alumni Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University itu terlaksana dengan meraih posisi sebagai tenaga kesehatan hewan dan reproduksi di PT. Greenfileds Indonesia.Ia lantas fokus mempelajari semua hal terkait sapi perah mulai dari manajemen kesehatan hewan, reproduksi, sampai sistem informasi.

 

Setahun bekerja, Deddy mendapat kesempatan magang ke Selandia Baru. Tepatnya di Livestock Improvement Corporation (LIC), perusahaan milik koperasi peternak yang menyediakan keahlian genetik, reproduksi, dan kesehatan hewan. Pada 2004 ia memutuskan beternak sapi perah dengan memelihara pedet jantan perah sebanyak 10 ekor.

 

Ternyata saat itu datang tawaran kerja di LIC. Deddy menerimanya sambil berusaha memelihara pedet dengan menitip di kandang orang. Usaha yang dirintis di Indonesia sembari berburu nafkah di negeri orang ini sempat terhenti dua tahun.

 

Pria kelahiran 13 Januari 1978 itu membeli pedet umur seminggu dan dipelihara sampai umur 3 bulan kemudian dijual. Bisnis jual-beli pedet itu pun berpindah-pindah tempat karena menyewa kandang.

 

Hingga akhir 2008, Deddy memiliki tempat sendiri sekaligus mendirikan peternakan yang kini bernama Kampung Sapi Advanture. Saat itu pula dia hijrah dari ILC ke EverFresh Farm, perusahaan peternakan sapi perah di Pakistan.   

 

Meski hanya berupa tanah seluas 2.000 m2 berpagar bambu, anak ke dua dari empat bersaudara ini bersyukur sudah punya tempat menampung ternak. Ia mengaku kerepotan waktu pertama kali memindahkan pedet yang mencapai 50-an ekor. Pedet umur 1 minggu sampai 5 bulan itu terpaksa tidur beratap awan karena belum ada kandang. Padahal, kala itu musim hujan.

 

Dalam membangun usahanya, Sarjana Kedokteran Hewan ini tidak pantang menyerah. Ayah empat anak itu mengingat  kalau malam hari hujan lebat, besoknya harus siap-siap ngubur karena pasti ada yang mati satu. Sehingga dalam waktu 3-4 bulan, populasi pedetnya tinggal separuh.

 

Dia mengaku hampir putus asa menghadapi kenyataan tersebut. Sudah berat, repot, rugi pula. Namun bukan Deddy Fachruddin namanya jika tidak berjuang sampai akhir.

 

Kini ia sukses dengan unit usahanya, yaitu Dairy Pro Indonesia Grup. Yakni perusahaan konsultan di Indonesia yang berfokus pada bidang konsultan peternakan sapi, perusahaan pelatihan peternakan, peternakan sapi, pabrik pengolahan susu dan suplier peralatan atau obat hewan.

 

Atas dedikasi dan komitmennya sesuai dengan profesi sebagai dokter hewan, Deddy masuk dalam kandidat penerima Penghargaan Anugerah Alumni IPB University 2021 dalam kategori Anugerah Alumni Professional BUMN/BUMD/Koperasi/Swasta.

 

Fokus meraih mimpi dan cuek pada cibiran orang, itulah yang dilakukan Deddy Fachruddin Kurniawan ketika merintis usaha. Apapun komentar orang, tidak pernah ia masukkan ke dalam hati.

 

Menurutnya, terus berusaha melakukan yang terbaik di bidang yang digeluti merupakan suatu kehormatan untuk terus menjaga asa. Dan terbukti, mimpi yang dibangun Deddy satu persatu akhirnya mewujud. Memang tidak mudah dan harus jatuh-bangun, tetapi semuanya bisa diperjuangkan.(*)

Tinggalkan Komentar