Daniel Johan

Berjuang Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Indonesia


Daniel Johan lahir di Jakarta pada 10 April 1972 dengan minat besar pada ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis yang tumbuh sejak usia muda. Ketertarikannya pada nilai pluralisme dan kebhinekaan dipengaruhi kuat oleh sosok Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang kemudian menjadi kompas moral dalam karier politik kemanusiaannya.

Latar belakang pendidikannya dimulai dari SMA Tri Ratna hingga meraih gelar sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanegara pada 1999. Semangat intelektualnya berlanjut di Institut Pertanian Bogor (IPB), di mana ia meraih gelar Magister Manajemen dengan predikat cum laude lewat tesis digitalisasi pertanian pada tahun 2022, serta menuntaskan jenjang Doktoral pada 2024 dengan predikat summa cum laude melalui disertasi mengenai model kebijakan digitalisasi untuk kinerja pertanian nasional.

Kiprah politiknya bermula pada tahun 2000 melalui mandat langsung dari Gus Dur untuk membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Daniel tercatat pernah mengabdi sebagai Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada 2009 sebelum akhirnya terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Barat.

Dedikasinya di parlemen teruji selama tiga periode (2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029), di mana ia secara konsisten mengawal isu pertanian, kehutanan, dan kelautan sebagai Wakil Ketua Komisi IV. Fokus utamanya adalah memperjuangkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani serta nelayan yang sering kali terpinggirkan oleh struktur sosial yang tidak adil.

Inspirasi perjuangan Daniel tidak lepas dari dukungan penuh almarhumah ibundanya, terutama dalam menghadapi intimidasi penguasa di era Orde Baru. Sejak remaja, ia telah mendalami literatur filsafat dan teori sosial, mulai dari pemikiran Plato hingga konsep Third Way Anthony Giddens.

Pengalaman organisasinya pun sangat matang, mulai dari mendirikan Majalah Putra, menginisiasi Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) bersama Muhaimin Iskandar pada masa reformasi 1998, hingga aktif di Yayasan Pencerahan dan PP HIKMAHBUDHI. Atas integritasnya, ia menerima penghargaan bergengsi seperti Teropong Parlemen Award 2019 sebagai Anggota Parlemen Aspiratif dan MKD Award 2022.

Bagi Daniel, IPB adalah rumah kedua yang memberinya wawasan strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat. Ia menekankan bahwa di tengah populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 286 juta jiwa, peran IPB sangat krusial dalam memberikan masukan kepada pemerintah agar sektor pangan menjadi prioritas utama.

Daniel Johan menjadi representasi politisi yang memadukan kedalaman intelektual dengan keberanian prinsipil untuk melawan ketidakadilan sosial demi mencapai masyarakat yang ideal dan sejahtera.

Tinggalkan Komentar