Asep Rahmat Suwandha

INTEGRITAS ILMU DAN KOMITMEN DALAM MENGAWAL KEUANGAN DAN REPUTASI BPJS KETENAGAKERJAAN


Asep Rahmat Suwandha, M.M., merupakan sosok di balik kursi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan yang dikenal tenang namun memiliki prinsip yang sangat kuat. Perjalanan hidupnya dimulai dari keluarga sederhana yang menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab sejak dini. Lingkungan yang serba terbatas di masa kecilnya justru menjadi ruang belajar yang berharga, di mana ia memahami bahwa kesuksesan bukanlah sebuah hadiah instan, melainkan hasil dari proses panjang yang menuntut komitmen serta kesungguhan. Nilai-nilai dasar inilah yang kemudian menjadi bekal utama bagi Asep dalam menapaki setiap jenjang kehidupannya, mulai dari dunia pendidikan yang ia tekuni dengan sangat serius hingga mencapai puncak karier kepemimpinan di institusi strategis nasional.

Ketertarikan Asep terhadap ilmu pengetahuan sangatlah besar, yang tercermin dari rekam jejak akademisnya yang sangat panjang dan beragam. Ia memulai pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan lulus pada tahun 1996, yang kemudian dilanjutkan ke jenjang sarjana di Universitas Indonesia pada jurusan Ekonomi kelas ekstensi hingga meraih gelar pada tahun 2000. Kecintaannya pada dimensi etis dalam dunia keuangan membawanya untuk mendalami Magister Ekonomi Syariah di Pusat Studi Timur Tengah dan Islam UI pada tahun 2004. Tidak berhenti di situ, ia memperluas wawasan bisnis strategisnya dengan menempuh Magister Bisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2015. Hingga saat ini, di tengah kesibukan profesionalnya, ia masih terus menimba ilmu dalam Program Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bentuk komitmen bahwa belajar adalah perjalanan tanpa garis akhir demi kontribusi yang lebih luas bagi bangsa.

Kepakaran Asep juga divalidasi oleh deretan sertifikasi profesional bergengsi baik di tingkat nasional maupun internasional yang ia kantongi. Beberapa di antaranya meliputi Certified Anti-Fraud Governance (CAFG), Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Risk Governance Professional (CRGP), serta Chartered Accountant (CA). Sertifikasi ini bukan sekadar gelar, melainkan bukti nyata atas kompetensi dan dedikasinya dalam menjaga integritas serta profesionalisme dalam setiap langkah kebijakan yang ia ambil. Pengalaman kariernya pun terbentang luas, dimulai dari Kementerian Keuangan hingga menanjak tajam saat ia bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di lembaga tersebut, Asep menduduki berbagai posisi krusial seperti Koordinator Sekretariat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, Koordinator Wilayah VI dan II, hingga mencapai puncaknya sebagai Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK pada awal tahun 2021.

Titik balik penting dalam kariernya terjadi pada tahun 2021 ketika ia dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan. Dalam peran strategis ini, ia tidak hanya mengelola dana jaminan sosial yang mencapai ratusan triliun rupiah, tetapi juga memimpin transformasi sistemik melalui tata kelola keuangan berbasis data (data-driven financial governance) serta pengembangan kerangka manajemen risiko yang terintegrasi. Ia juga mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kebijakan pengelolaan dana. Kepemimpinannya telah membawa BPJS Ketenagakerjaan meraih berbagai apresiasi internasional dan nasional, seperti Gold Rank dalam Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) 2023, mempertahankan Opini Wajar Tanpa Modifikasian selama empat tahun berturut-turut, serta meraih predikat Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) terbaik tahun 2023 dari KPK.

Selain prestasi manajerial, Asep sangat aktif mendokumentasikan pemikiran dan praktik baiknya melalui tulisan. Hingga tahun 2025, tercatat lebih dari 14 karya tulis dan buku telah ia hasilkan, mencakup tema-tema krusial seperti manajemen risiko digital, tata kelola kepemimpinan etis, hingga prospek jaminan sosial menuju Indonesia Emas 2045. Baginya, menulis adalah bagian dari tanggung jawab kepemimpinan untuk memastikan bahwa setiap inovasi dan pembelajaran institusional tidak hilang begitu saja, melainkan menjadi warisan intelektual bagi generasi mendatang. Di balik seluruh pencapaian besar tersebut, ia tetap memandang keluarga sebagai sumber semangat utama dan menganggap dirinya sebagai seorang pembelajar abadi. Prinsip hidupnya tetap sederhana namun sangat kuat, yakni bekerja dengan niat baik dan menjaga integritas, karena baginya kepercayaan adalah modal terbesar yang tidak akan pernah bisa dibeli.

Tinggalkan Komentar