Penggerak Pertanian Ramah Lingkungan
Sosok inspiratif alumni FAPERTA IPB Angkatan 30 tahun 1993, Ardi Praptono, S.P., M.Agr., terus menorehkan jejak pengabdiannya dalam sektor pertanian. Sejak Juli 2025, Ardi Praptono dipercaya menjabat sebagai Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Sebagai seorang direktur di bidang perlindungan tanaman dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) , Ardi Praptono, fokus pada pengendalian hama dan penyakit tanaman, mitigasi risiko perubahan iklim terhadap pertanian, serta penerapan inovasi teknologi perlindungan tanaman berbasis ekologi. Aktif dalam penyusunan dan pedoman teknis terkait pengelolaan hama terpadu (PHT) dan perlindungan tanaman yang ramah lingkungan.
Lahir di Klaten pada 17 September 1974, Ardi Praptono menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Teknologi Benih di Institut Pertanian Bogor, meraih gelar Sarjana Pertanian pada tahun 1998. Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Pembangunan Nasional Surabaya dan mendapatkan gelar Magister Agribisnis pada tahun 2009.
Ardi memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1999 sebagai pelaksana di BP2MB Surabaya, sebuah Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perkebunan. Perjalanan kariernya menanjak dengan menduduki berbagai posisi penting, termasuk Kepala Seksi Jaringan Laboratorium Perbenihan dan Kepala Bidang Perbenihan pada Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.
Pada April 2016, Ardi Praptono dipercaya menjabat sebagai Kepala BBPPTP Surabaya. Kepiawaiannya dalam memimpin membawanya pada posisi Direktur Perlindungan Perkebunan yang dilantik pada Juli 2019. Perjalanan kepemimpinannya berlanjut sebagai Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, dilantik pada Januari 2022. Komitmen dan dedikasinya dalam pengabdian kepada negara diakui dengan penganugerahan penghargaan Satya Lancana Karya Satya XX dari Presiden Republik Indonesia.
Sebelum menjabat Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Ardi Praptono juga pernah menjabat sebagai Direktur Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian. Dalam kapasitas ini, ia secara aktif mendorong transformasi industri sawit nasional menuju keberlanjutan dan digitalisasi. Ardi menekankan peran strategis kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang menopang devisa negara dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani.
Ia menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi dan produktivitas sawit rakyat melalui berbagai program, termasuk peremajaan sawit rakyat (PSR), pembangunan sarana dan prasarana, dukungan riset dan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ardi juga menyoroti pentingnya penguatan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekebun rakyat, demi terciptanya iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Ardi Praptono senantiasa mengungkapkan pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit. Ia meyakini bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan perekonomian daerah, sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan perlindungan lingkungan.
Untuk itu, Ardi menekankan perlunya penerapan sistem pengelolaan kelapa sawit yang ramah lingkungan, seperti penggunaan teknologi yang efisien dan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik pertanian yang ramah lingkungan. Dengan visi ini, ia berharap industri kelapa sawit dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.